Icon my2be1forever
Please wait ...

Online User

Your Message


Nice Website

July 30th, 2009

Kemaren secara tidak sengaja browsing, ketemu dengan website http://www.tanahperjanjian.com, website ini menyajikan khotbah, lagu-lagu, dan artikel tentang kekristenan. Banyak para pengkhotbah yang terkenal beberapa khotbah mereka bisa ditemukan disini, dan bisa didengarkan juga langsung dari website ini.

7 Rahasia Agar Pernikahan Langgeng

July 29th, 2009

Kemaren malam gua dan Lyly mendengarkan lanjutan DVD khotbah tentang Family Ties seri 2 & 3 dari Ps. Jeffrey Rachmat, sebelumnya seri 1 telah kami dengar pada hari minggu kemaren dan sangat memberkati kami. Ada hal yang menarik yang dibagikan oleh Ps. Jeffrey pada sesi 2 yakni tentang survei yang dilakukan oleh 2 orang muda,yakni Mat Boggs dan Jason Miller yg belum terlalu berpengalaman tentang pernikahan, tapi bagaimana mereka terinspirasi dengan kehidupan pernikahan dari nenek Mathew yang merayakan pesta pernikahan ke-63.

Hal ini mendorong mereka untuk melakukan perjalanan sejauh 12.000 miles atau 19.000 km mengelilingi Amerika untuk mewawancarai para pasangan yang telah menikah lebih dari 40 tahun. Proyek ini mereka tulis dalam buku Project Everlasting (www.projecteverlasting.com). Dari perjalanan sejauh itu mereka berhasil mewawancarai 250 pasangan yang sudah menikah lebih dari 40 tahun, walaupun secara usia mereka sudah lanjut, tetapi mereka masih tetap dikatakan ‘walking hand-in-hand dan still madly in love‘.

Berikut ini 7 point atau rahasia yang didapatkan dari hasil survei tersebut agar pernikahan kita bisa tetap langgeng sampai seumur hidup.

  1. PERCERAIAN bukanlah PILIHAN
    Dari pasangan-pasangan yang diwawancarai ini, kata PENCERAIAN tidak pernah ada dalam kamus hidup pernikahan mereka, dan bukan juga merupakan sesuatu PILIHAN pada saat mereka menghadapi badai dalam kehidupan mereka.
  2. Tidak ada ‘pernikahan yang sempurna’ yang ada hanyalah saat-saat (moment) yang sempurna
    Ketika dua pribadi disatukan dalam sebuah pernikahan, suatu saat pasti akan terjadi konflik/masalah. Hal ini sangat wajar saja, karna ketika 2 pribadi tersebut disatukan, setiap pribadi pasti akan membawa kebiasan-kebiasan dari pola hidup dari keluarga masing-masing yang telah berpuluh-puluh tahun mereka hidupi. Antara pria dan wanita saja secara hakikat sudah berbeda, maka jelas perlu diingat bahwa tidak ada pernikahan yang sempurna, yang ada hanyalah saat-saat/momen yang sempurna. Jadi marilah kita trus belajar menikmati saat-saat yang sempurna dalam pernikahan kita.
  3. Bukalah saluran komunikasi sesering mungkin
    Suami atau istri harus belajar mengkomunikasikan apa yang diinginkan kepada pasangannya, jangan anggap pasangan kita seperti malaikat atau Tuhan yang tahu semua yang kita inginkan.
  4. Tidak pernah berhenti untuk ‘dating’
    Saat ketika sudah menikah, JANGAN lupa untuk meluangkan waktu bersama dengan pasangan kita, seperti pergi makan berdua, nonton bareng, karna hal-hal tersebut diatas bukan saja dilakukan pada saat kita masih pacaran/pra nikah. Hal itu penting agar kita bisa menikmati kualitas waktu yang baik bersama-sama, buat yang sudah punya anak, perlu sesekali menitipkan anak kita ke orang yg bisa percaya, dan kita berdua bisa pergi ke mana pun (tentunya sesuai dengan bugdet kita) untuk menikmati waktu-waktu bersama.
  5. Cinta itu dieja sebagai memberi (Love is giving)
    Sering kali ditemukan dalam pernikahan, kita sering menuntut pasangan kita untuk mengerti kita, pokoknya kepentingan kita yang diutamakan dulu, maunya kita yang mesti dituruti. Seharusnya dalam pernikahan adalah bagaimana kita yang berubah dulu, belajar untuk memberi, bukan sebaliknya. Contohnya saat kita naik pesawat, pada saat darurat, kita diminta untuk mengenakan masker dahulu baru menolong orang lain. Begitu juga dengan pernikahan kita, kitanya sendiri yang harus menolong diri kita untuk berubah atau menyesuaikan diri dengan pasangan kita, bukan sebaliknya.
  6. Mengerti bahwa hidup itu singkat
    Artinya apa, kalo kita rata-rata bisa hidup 70 tahun menurut alkitab, berarti kita punya 70 kali untuk bisa:

    • Merayakan ulang tahun kita
    • Melakukan hal-hal yang kita sukai

    Artinya waktu itu singkat, jadi mari kita nikmati pernikahan kita dengan baik

  7. Mereka menaruh hormat dan saling menghormati satu sama lain.
    Jika kita bisa saling mendahului memberi hormat kepada pasangan kita, maka kita akan benar-benar bisa menikmati pernikahan kita.

Well, isi khotbah seri Family Ties ini sangat memberkati kami berdua.

Long Weekend @ Cirebon

July 18th, 2009

Sabtu, 18 Juli 2009
Long weekend ini, gua dan keluarga menghabiskannya di Cirebon, awalnya kita mau pergi sekitar 2 minggu lalu, tapi karna gua kecapean sepulang tugas dari luar, akhirnya long weekend ini tercapai juga rencana untuk ke Cirebon.

Pagi ini kita berangkat dari Jakarta jam 10.00 wib, sepanjang perjalanan tidak terlalu macet, namun memasuki Bekasi, jalanan mulai tersendat karna kepadatan kendaraan yang ada. Perjalanan Jakarta - Cirebon ditempuh dalam 5.5 jam yang biasanya cuma sekitar 3.5 - 4 jam, karna terdapat beberapa titik macet yang disebabkan oleh adanya perbaikan jalan, yakni di Karawang, Cikampek.

Saat hendak memasuki Cirebon, terdapat kemacetan juga, awalnya gua pikir karna ada perbaikan jalan lagi..eh ternyata ada pemeriksaan kendaraan, hampir ada sekitar lebih dari 20 personil polisi yang memeriksa setiap kendaraan yang lewat, baik mobil pribadi maupun bis, untuk mobil pribadi kaca mobil diminta dibuka, sambil jalan perlahan-lahan, setiap personil yang berjajar di jalan memperhatikan isi mobil kita, dan ajaibnya setelah kita perhatikan hanya mobil kita yang tidak diminta berhenti, sedangkan mobil-mobil pribadi lainnya diminta berhenti dan diperiksa isi mobilnya.

Well…akhirnya sampai juga di Cirebon jam 15.30 wib, dan langsung kita meluncur ke RM Nasi Lengko yg terletak di jalan Pagongan, yang merupakan makanan khas orang cirebon, sebenarnya isi Nasi Lengko ini tuch isinya cuma nasi putih, tahu, tempe dan tauge aja, secara rasa sich menurut gua biasa-biasa aja, tetapi ngga tau dech menurut Lyly itu enak. Harga satu porsinya Rp 6000

Nasi Lengko
Nasi Lengko

Selesai makan, segera kita check-in di Hotel Asri yang terletak di tengah kota Cirebon, hotel Asri ini memang strategis dan dikunjungin oleh banyak artis juga ternyata,hal ini terlihat dari foto-foto artis yang dipasang dekat dinding resepsionis, secara overall hotel ini  lumayan asyik, bangunan hotel yang berdiri di bangunan 5 lantai ini, hanya mempunyai kamar di lt 4 dan 5, selain itu hotel ini juga menyediakan kolam renang, di lt 1-3 terdapat pusat pembelanjaan dan foodcourt.

Hotel Asia
Hotel Asri

Setelah malam menjelang kami pun pergi keliling kota cirebon, sambil mencari hotel untuk nginap besok harinya, berhubung karna di Hotel Asri cuma dapat 1 malam saja, tadi pas browsing di internet ketemu hotel Penta, dan Lyly udah telpon, nanti mau liat dulu kayak apa. Setelah kita liat ternyata kita ngga sreg dgn hotel tersebut dan setelah cari beberapa hotel ga ketemu juga dgn hotel yang sreg, akhirnya leher ini mulai haus, dan kami pun mampir ke pujasera dan minum es di sana, after that, kita putusin untuk melanjutkan pencarian hotel besok pagi aja, dan akhirnya kita balik ke hotel tuk istrihat.

Minggu, 19 Juli 2009

Minggu pagi, kami pun mencari hotel dan ketemu dengan hotel Sare Sae yang artinya tidur pulas, hotel ini memang beda banget dengan Hotel Asri, dimana hotel ini menonjolkan nuansa alam & alami, itu terlihat dari perabotan di kamar mandi, kamar dan langit-langit yang ada, akhirnya kami sepakat untuk nginap di hotel ini malam ini, setelah membooking hotel, kami segera pergi berkeliling Cirebon sebentar dan jalan-jalan ke Pasar Tradisional Cirebon,yakni pasar Kanoman, di pasar itu kami kembali hunting makanan khas cirebon yakni Gado-gado Ayam Siram. Tidak seperti gado-gado pada umumnya, gado-gado khas cirebon isinya tuch ada lontong, tauge, timun, suiran ayam, kentang, krupuk, emping dan disiram kuah kare ayam, rasanya…ehmm mak nyus, harga seporsinya Rp 8.000 dan Lyly juga sempat jajan makanan khas cirebon lainnya, namanya kue tapel, itu seperti The Crepes tapi ini versi tradisionalnya, sayang ga sempat difoto, btw yg jualan kue tapel ini jualannya di samping tukang gado-gado.

Gado Gado Ayam Siram
Gado-Gado Ayam Siram

Setelah puas, kami pun mampir untuk beli Duren Petruk, tidak seperti duren bangkok yang ukurannya jumbo, duren ini walaupun secara ukuran kecil, tapi soal rasa, ga kalah mantapnya dengan duren bangkok, setelah memilih dan menawar harga duren petruk, akhirnya dengan uang 50 ribu kami membawa pulang 2 buah duren petruk seharga Rp 50 ribu, akhirnya segera kami pulang ke tempat Kiu-Kiu Lyly dan menyantapnya di sana.

Duren Petruk
Duren Petruk

Minggu, 19 Juli 2009 jam 12:00 Wib
Setelah puas menyantap duren, kami pun segera kembali ke Hotel untuk check-out dari Hotel Asri, dan pindah ke Hotel Sare Sae. Setelah check-in di hotel Sare Sae, kami kembali hunting makanan khas cirebon, kali ini sasaran kami adalah Empal Gentong Mang Darma yg terletak di Stasiun Kereta Cirebon, dan ga taunya ternyata hotel Sare Sae tempat kami nginap itu jaraknya sekitar 200 meter dari Stasiun Kereta Cirebon.

Hotel Sara Sae
Hotel Sara Sae
Lyly_Abigail
Lyly dan Abigail di Loby Hotel Sara Sae

Empal Gentong ini kalo menurut gua sich sejenis soto daging gitu dech, tetapi hanya cara memasaknya yang beda, yakni menggunakan gentong yang terbuat dari tanah liat, makanya disebut Empal Gentong. Empal Gentong ini disajikan dengan pilihan apakah menggunakan nasi atau lontong, rasanya enak banget, apalagi ditambah dengan sambal cabe keringnya…hmmmm…pedes nya itu loh bercampur dengan kuahnya yg masih panas….woww….sedap pokoke

Empal Gentong
Empal Gentong

Well, setelah puas kami pun segera bersiap-siap untuk pergi ke daerah Kuningan, ke objek Wisata Cibulan dan Pemandian Air Panas Sangkanurip, karna daerah wisata Cibulan rame sekali akhirnya kami langsung ke tempat pemandian air panas, dan gua, lyly serta Abigail pun berenang di sana, seperti sehari sebelumnya Abigal senang banget begitu melihat air, dan begitu mencelupkan kakinya ke kolam, Abigail tersenyum dan tertawa senang. Berikut ini foto abigail dengan pelampung renangnya

Abigail Berenang
Abigail Berenang

Setelah puas berenang, kami pun istirahat sambil menikmati gorengan tahu, tempe ditemenin dengan teh poci panas,  setelah itu kami pun akhirnya kembali ke kota Cirebon, malamnya kami mencoba hunting Sate Kalong, tapi sayangnya sudah habis, akhirnya Lyly ketemu juga dengan Mie Koclok Khas Cirebon, itu pun hanya tersisa satu porsi.

Senin, 20 Juli 2009

Well ini hari terakhir liburan kami di Cirebon, pagi itu setelah kami sarapan pagi di Hotel, kami pun segera menuju ke Warung Nasi Jamblang Mang Dul…, wow ternyata antriannya panjang dan rame banget.

Abigail Naik Becak
Lagi di RM Nasi Jamblang

Setelah mendapatkan Nasi Jamblang untuk makan siang kami, kami pun berburu oleh-oleh khas Cirebon, dan kali ini mobil sengaja tidak kami bawa ke pasar, karna kami ingin naik becak, maklum Abigail belum pernah naik becak, berikut foto Abigail naik becak bersama Lyly.

Abigail Naik Becak
Abigail Naik Becak

Setelah puas kami pun kembali ke hotel untuk check-out dan makan siang dengan Nasi Jamblang di rumah Kiu-kiu Lyly. Nasi Jamblang itu seperti Nasi Rames kalo di Jakarta, isinya macem-macem, tp bedanya cuma Nasi ini dibungkus dengan Daun Jati, mungkin itu yang membuat rasanya beda.

Nasi Jamblang
Nasi Jamblang

Well akhirnya sekitar jam 14.30 wib kami pun akhirnya kembali ke Jakarta, dan ditengah perjalanan nampak persawahan yang menghijau nan indah,

Persawahan yang Hijau
Persawahan yang hijau

pas perjalanan pulang ini memang cukup lama sekitar 7 jam baru sampai karna kami terjebak kemacetan di pantura sehubungan dengan adanya perbaikan jalan di Pantura, sepertinya lagi menguber untuk liburan lebaran ini.

King

July 18th, 2009

Minggu kemaren, di sela-sela kesibukan yang ada, akhirnya gua dan Lyly berhasil nonton film King, film yang sudah sejak awal posternya dipasang sudah gua berkomitmen untuk nonton, karna yaitu ini film pertama tentang Bulutangkis, olahraga yang sejak kecil gua sudah menyukainya, dan setiap pertandingan bulutangkis yang ada, pasti ngga akan terlewati.

Film ini secara ceritanya sebenarnya cukup ringan, bagaimana seorang bapak yang mempunyai obsesi agar anaknya bisa menjadi pemain klub yang terkenal, walaupun pekerjaannya hanya seorang pemungut bulu angsa, untuk membuat shuttlecock.

Film ini mengajarkan, bahwa apapun keinginan atau cita-cita kita, asal kita berjuang keras dan pantang menyerah untuk mencapainya, pasti kita akan berhasil. Selain itu rasa pertemanan yang ada saling bahu membahu untuk kesuksesan temannya pun sangat membuat kita terharu, di tengah kondisi saat ini dimana orang-orang hanya mementingkan diri sendiri, kita disadarkan, ada kebanggaan sendiri buat kita bisa melihat teman kita bisa sukses lewat dukungan kita. Well… selain nilai-nilai tadi, film ini juga menampilkan keindahan alam negeri Indonesia.

Jadi jangan biarkan orang lain menghalangi cita-cita kita, apapun tantangannya jangan menyerah, trus berjuang, seperti seorang Lim Swie King….., ayo kamu bisa…..

Bom lagi

July 18th, 2009

Jumat pagi saat pergi ke kantor, di radio gua dengar katanya ada ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, wah….langsung terpikir oleh gua, bener-bener dech, hari gini masih pake acara bom, bener-bener keterlaluan. Dan bertepatan dengan rencana kedatangan tim sepakbola MU, ya pasti batal dech.

Gua cuma berharap, jangan sampai terulang lagi deh acara bom-bom ini ke depannya, toh yg rugi bangsa kita sendiri juga kok, dan buat yang para org-org yg membuat,merencanakan dan apapun namanya untuk hal-hal seperti ini, bertobatlah, buat apa sich sebenarnya segala bom-bom ini. Semoga bangsa ini dijauhkan kiranya dari tangan orang-orang tidak bertanggung jawab.

  • RSS
  • Journey of 2 heart - Sun An & Lylyana
    All contents are Copyright (c) 2007 - 2be1forever.com

    About Us | Our Love Story | Photo Album | Guest Book | Our Journey | Wedding Invitation