Icon my2be1forever
Please wait ...

Online User

Your Message


Pengalaman nyetir di Sydney

June 21st, 2009

Sabtu malam dan minggu pagi tadi, gua ngerasain gimana rasanya nyetir mobil di sydney, setelah sebelumnya mendengar banyak dari bossku, bahwa aturan nyetir di sini, memang beda banget dengan di Jakarta
Beberapa hal yang gua liat berbeda banget dgn di Jakarta adalah:

  1. Kecepatan, di sini hampir semua jalan yang ada memasang rambu-rambu tentang maksimal kecepatan yang diperbolehkan, dan jangan bayangkan seperti di jakarta, yang kita bisa seenaknya memacu kecepatan kendaraan kita, disini terdapat speed camera, yg akan memotret mobil kita, jika kita melewati batas yg ditentukan, dan walhasil selain dikenakan denda, point kita pun dikurangi, dan jika dalam 1 tahun kita melampaui batas maksimal point yg ada, SIM kita pasti akan dicabut.
  2. Speed Camera, hal ini yg membedakan dgn di Indo, karna hampir di semua jalan terdapat kamera ini, yg secara otomatis akan mencatat speed kita, jika lebih maka siap-siap dech dapat denda.
  3. Area School Zone, ini merupakan area yang sangat perlu kita perhatikan saat ngetir, karna disini terdapat banyak speed camera, dan jika melanggar, tahu sendiri akibatnya.
  4. Parkir, tidak seperti di Jakarta, yang kita bisa parkir sesuka kita di pinggir jalan, di sydney, setiap pinggir jalan yang ada mempunyai rambu-rambu utk parkir yg harus kita perhatikan, ada daerah yg hanya boleh parkir 1 jam, dll. Dan walaupun misal mobil kita  parkir di tempat 1 jam, dan kita bayar 2 jam, kita kudu memindahkan mobil tersebut, setelah satu jam,jika tidak maka city ranger akan siap memberikan denda ke kita, lumayan loh denda, sekitar 80-an dollar ausie. Dan pastinya disini ga ada tuch tukang parkir seperti di jakarta,utk bayar parkir, tinggal ke mesin yg sudah tersedia, dan setelah bayar, karcis parkir harus ditaruh di mobil kita.
  5. Free Parking, satu hal yang terkenal di sydney, adalah biaya parkirnya yg mahal sekali, bandingkan dgn di Jakarta yang satu 1 jam = Rp 2000 di sini, satu jam bisa sekitar AUD 2 (Rp 16.000), tetapi tenang, ternyata bagi kita yg sudah tau, ternyata ada juga tempat-tempat untuk kita bisa mendapatkan free parking (alias gratis, ini beneran gratis, ga ada pak ogahnya hehehe)
  6. Jenis SIM, ternyata disini untuk mendapatkan SIM pun bukanlah hal yg gampang, rata-rata bagi mereka yg sudah ‘ahli nyetir’ dari jakarta, harus melewati sekitar 3-4 kali ujian baru lulus itupun ada jenis SIMnya, mulai dari Learner (L), Provisional (P1-red), Provisional (P2-green) baru kemudian Full License. Setiap jenis SIM yg ada memiliki batasan-batasan, misal kecepatan kendaraan yg diperbolehkan.
  7. Bus Zone, ini merupakan area dimana hanya untuk bus, jangan sekali-kali parkir mobil kita di area bus zone, kalo ngga pingin mobil kita di-derek
  8. Roundabouts, merupakan seperti perempatan dengan bentuk bundaran, dimana disini berlaku peraturan bahwa kita harus selalu mendahulukan kendaraan yang datang dari arah sebelah kanan kita, hal ini yg beda banget dgn di jakarta, dimana di jakarta, prinsipnya siapa cepat dia lewat, tetapi di sini tidak.
  9. Pindah Lajur, satu hal ttg nyetir di sini yakni mesti tetap di lajur kita, jangan pindah-pindah lajur,dan jika maupun 300 meter sebelumnya mesti kasih tanda dgn lampu
  10. City Ranger, seperti polisi tetapi tugasnya berkeliling di jalan, memastikan bahwa setiap mobil yg ada tidak melewati batas parkir yang ada, jika melewati, maka City Ranger akan memberikan kupon denda

Well, setelah gua amati, memang perlu adaptasi, dan awalnya yg paling berat adalah, ga tahan untuk injak gas, apalagi jalan didepan sepi, tapi tetap ga bisa karna ada batasan kecepatan dan speed camera, gimana kalo aturan itu diterapin di jakarta, mungkin jakarta akan lebih lancar jalannya, who knows ?

Seorang Penolong

June 20th, 2009

Hari minggu kemaren menjadi hari yang cukup merelakan dan menegangkan, karna gua diminta oleh kantor untuk ke sydney - australia untuk membantu project yg ada di sana, mulai dari proses pengurusan visa yang langsung diurus satu minggu sebelumnya, dan baru ketahuan per hari kamis minggu lalu bahwa visa di-approve, dan selanjutnya adalah soal kapan berangkat ke sydney, antara sabtu atau minggu.

Disamping itu kebutuhan untuk project di sydney pun harus disiapkan, dan walhasil bersama dengan tim di Jakarta, kita akhirnya sampai bergadang di kantor, mulai dari jumat pagi hingga sabtu siang jam 12, baru kita bisa pulang. Praktis gua sendiri belum mempersiapkan hal-hal yang perlu gua bawa ke sydney, baju dll karna gua baru tahu hari jum’at siang bahwa ternyata gua berangkatnya hari sabtu malam jam 20.15 dgn Singapore Airlines, dgn terlebih dahulu transit di Changi Airport sekitar satu jam.
Beruntungnya ada seorang istri yang sangat cakap sekali mempersiapkan baju-baju serta hal-hal lainnya yang harus aku bawa ke sydney, ga ke bayang kalo seandainya ga ada seorang penolong seperti Lylyana, pasti akan kalang kabut gua, karna praktis di hari sabtu, gua cuma punya waktu yang cukup pendek.

Well, akhirnya tiba juga gua di sydney, sempat ngantri lumayan lama untuk pengambilan bagasi dan pengurusan barang di custom, karna di Australia ini sangat ketat sekali, tetapi satu hal yang gua belajar di Custom sini adalah, jangan sesekali kita berbohong dgn barang bawaan kita, kita declare aja apa yang harus dideclare (saat di pesawat, pramugari akan membagikan suatu form yg harus dideclare), karna sekali kita bohong, wah prosesnya bakalan panjang dech, seperti saat di depan gua seorang ibu yang kopernya dibongkar dan dicek satu per satu barang yang dibawanya.

Setelah sampai di sini, sempat bergadang juga selama 2 hari untuk preparation lebih lanjut, tapi thanks Lord, project yang ada sudah hampir mau goal, ya semoga semua berjalan dengan lancar. Dan I miss you so much my honey and my little girl, Abby :)

Bawaan Lahir

June 6th, 2009

Ada satu kebiasaan yang kami perhatikan selalu dilakukan oleh Abigail setiap kali mau tidur, yakni tangannya yang mungil itu pasti memegang tangan Lyly sambil jari-jari mungilnya itu mencubit atau meremas tangan Lyly. Setelah kami perhatikan cukup lama kebiasaan itu, dan diskusi dengan Lyly, kami berdua jadi teringat, itu kebiasaan yang Lyly dulu lakukan saat hamil….kami pun berdua tersenyum….dan ngomong “Mungkin ini yang dinamakan bawaan dari lahir (hamil) heheheheh”

Abigail mulai belajar jalan

June 6th, 2009

Hari-hari ini, menginjak usia Abigail yang 11 bulan, Abigail mulai belajar jalan dengan mendorong bouncernya, kalo kami perhatikan, dari usia sekitar 8 bulanan, Abigail sudah mulai belajar jalan dengan menyusuri pinggir tempat tidur, dan saat ini sudah mulai semakin aktif.

Dan makin hari, makin ada aja kelakuannya yang membuat kami berdua tersenyum melihatnya, berbagai macam gaya dibuatnya yang membuat bukan cuma kami, tetapi orang-orang disekitarnya pun tersenyum, contohnya saat kemaren malam kami bawa Abigail ke dokter, karna sudah 1 minggu pilek dan sudah diberi obat tp tidak sembuh, saat selesai diperiksa dokter, Abigail menempelkan dagunya di meja dokter, dokter dan perawat yang ada pun tersenyum melihat gayanya yg lucu itu.

  • RSS
  • Journey of 2 heart - Sun An & Lylyana
    All contents are Copyright (c) 2007 - 2be1forever.com

    About Us | Our Love Story | Photo Album | Guest Book | Our Journey | Wedding Invitation