Pengalaman nyetir di Sydney
Sabtu malam dan minggu pagi tadi, gua ngerasain gimana rasanya nyetir mobil di sydney, setelah sebelumnya mendengar banyak dari bossku, bahwa aturan nyetir di sini, memang beda banget dengan di Jakarta
Beberapa hal yang gua liat berbeda banget dgn di Jakarta adalah:
- Kecepatan, di sini hampir semua jalan yang ada memasang rambu-rambu tentang maksimal kecepatan yang diperbolehkan, dan jangan bayangkan seperti di jakarta, yang kita bisa seenaknya memacu kecepatan kendaraan kita, disini terdapat speed camera, yg akan memotret mobil kita, jika kita melewati batas yg ditentukan, dan walhasil selain dikenakan denda, point kita pun dikurangi, dan jika dalam 1 tahun kita melampaui batas maksimal point yg ada, SIM kita pasti akan dicabut.
- Speed Camera, hal ini yg membedakan dgn di Indo, karna hampir di semua jalan terdapat kamera ini, yg secara otomatis akan mencatat speed kita, jika lebih maka siap-siap dech dapat denda.
- Area School Zone, ini merupakan area yang sangat perlu kita perhatikan saat ngetir, karna disini terdapat banyak speed camera, dan jika melanggar, tahu sendiri akibatnya.
- Parkir, tidak seperti di Jakarta, yang kita bisa parkir sesuka kita di pinggir jalan, di sydney, setiap pinggir jalan yang ada mempunyai rambu-rambu utk parkir yg harus kita perhatikan, ada daerah yg hanya boleh parkir 1 jam, dll. Dan walaupun misal mobil kita parkir di tempat 1 jam, dan kita bayar 2 jam, kita kudu memindahkan mobil tersebut, setelah satu jam,jika tidak maka city ranger akan siap memberikan denda ke kita, lumayan loh denda, sekitar 80-an dollar ausie. Dan pastinya disini ga ada tuch tukang parkir seperti di jakarta,utk bayar parkir, tinggal ke mesin yg sudah tersedia, dan setelah bayar, karcis parkir harus ditaruh di mobil kita.
- Free Parking, satu hal yang terkenal di sydney, adalah biaya parkirnya yg mahal sekali, bandingkan dgn di Jakarta yang satu 1 jam = Rp 2000 di sini, satu jam bisa sekitar AUD 2 (Rp 16.000), tetapi tenang, ternyata bagi kita yg sudah tau, ternyata ada juga tempat-tempat untuk kita bisa mendapatkan free parking (alias gratis, ini beneran gratis, ga ada pak ogahnya hehehe)
- Jenis SIM, ternyata disini untuk mendapatkan SIM pun bukanlah hal yg gampang, rata-rata bagi mereka yg sudah ‘ahli nyetir’ dari jakarta, harus melewati sekitar 3-4 kali ujian baru lulus itupun ada jenis SIMnya, mulai dari Learner (L), Provisional (P1-red), Provisional (P2-green) baru kemudian Full License. Setiap jenis SIM yg ada memiliki batasan-batasan, misal kecepatan kendaraan yg diperbolehkan.
- Bus Zone, ini merupakan area dimana hanya untuk bus, jangan sekali-kali parkir mobil kita di area bus zone, kalo ngga pingin mobil kita di-derek
- Roundabouts, merupakan seperti perempatan dengan bentuk bundaran, dimana disini berlaku peraturan bahwa kita harus selalu mendahulukan kendaraan yang datang dari arah sebelah kanan kita, hal ini yg beda banget dgn di jakarta, dimana di jakarta, prinsipnya siapa cepat dia lewat, tetapi di sini tidak.
- Pindah Lajur, satu hal ttg nyetir di sini yakni mesti tetap di lajur kita, jangan pindah-pindah lajur,dan jika maupun 300 meter sebelumnya mesti kasih tanda dgn lampu
- City Ranger, seperti polisi tetapi tugasnya berkeliling di jalan, memastikan bahwa setiap mobil yg ada tidak melewati batas parkir yang ada, jika melewati, maka City Ranger akan memberikan kupon denda
Well, setelah gua amati, memang perlu adaptasi, dan awalnya yg paling berat adalah, ga tahan untuk injak gas, apalagi jalan didepan sepi, tapi tetap ga bisa karna ada batasan kecepatan dan speed camera, gimana kalo aturan itu diterapin di jakarta, mungkin jakarta akan lebih lancar jalannya, who knows ?




































