Sabtu, 9 Juni 2007, jarum jam baru menunjukkan jam 05.00 wib gua pun segera bangun dan bersiap-siap untuk segera ke JJ Bride bersama dengan Lylyana serta bride maid kami, Ratna (sepupu Lylyana). Tepat jam 06.05 kami pun sampai di JJ Bride, di sana sudah terdapat beberapa pasangan yang siap di make-up, hari itu total ada sekitar 12 pasang pengantin yang akan dimake-up, dari info yang ada, pasangan pengantin yang paling awal dimake-up jam 02.30 wib (weiiii ga kebayang, kalo mesti make-up jam segitu, soalnya kita baru tidur jam 24.00), beruntung jadwal make-up kami jam 06.00 wib. Setelah sampai di JJ Bride, segera Lylyana dilayani untuk dimake up oleh Peggy,
sedangkan gua sendiri, oleh tukang make-upnya dibilangin, wah pagi bener, cowok make up jam 7 baru mulai…, trus ditawarin ama orang JJ Bride untuk istirahat di ruang VIPnya, pas lagi mau istirahat, my honey datang n ngomong bahwa bunga mawar utk rambutnya ketinggalan, akhirnya gua pun balik lagi ke apartemen untuk ambil bunga yang ada.
Selama proses make-up, kru Foto n Video mengabadikan moment tersebut dengan kamera mereka (thanks untuk SudutFoto dan Daun Creative dgn teamnya yg udah stand by dari pagi).
Acara Teh Pai
Kira-kira jam 8 pagi, seperti yang sudah dijadwalin kami berdua serta bride maid pun selesai di make-up n segera meluncur balik ke apartemen untuk prosesi selanjutnya. Sesampai di Apartemen, teman-teman WO 2be1forever pun sudah stand by di sana dan mengatur persiapan untuk acara pagi itu (thanks buat Hanley yg udah bantu koordinir, Sianti, Mega & Ta Cie Lien yg udah bantuin make-up mama kita berdua, walaupun dadakan,ternyata diam-diam kalian punya bakat make-up juga ya
).
Prosesi itu dimulai dari tempat cowok, dipakai jas, shot, trus kemudian ke tempat cewek, teh pai di pihak cewek dan diakhiri dengan teh pai di pihak cowok serta foto di kamar pengantin (thanks buat Mega dan Delli, yang telah menghias kamar pengantin kita berdua, keren abiss), setelah itu kami pun segera berangkat ke gereja Abbalove Ministries di Gunung Sahari untuk mengikuti acara pemberkatan. Pas mau berangkat ke gereja, gua dapat telpon dari saudara sepupu dari Australia yang memberikan selamat (thank you Felix/Aben buat ucapannya).
Acara Pemberkatan Gereja
Kita sampai di gereja agak telat dari yang ditentukan, jam 11.45 wib kita baru sampai, segera kita menuju ke Lantai 2 Abbalove Ministries untuk acara catatan sipil. Thanks buat K’Sofi yang udah prepare buat acara catatan sipil ini, setelah catatan sipil selesai, kita pun dibriefing oleh K’Sofi tentang prosesi pemberkatan sambil menunggu Gembala Pernikahan kita, Mas Budhi Tjahjono yang agak telat karna macet. Kita beruntung saat itu, karena ruangan Auditorium tempat pemberkatan nikah kita, hanya dipakai oleh kita, jadi walaupun agak telat masuknya yakni jam 12.30-an kita tetap ga diburu-buru karena setelah itu ruangan yg ada tidak dipakai lagi (buat tamu-tamu pemberkatan, sorry ya terpaksa mesti nunggu agak lama dikit hehehhee)
Prosesi masuk ke ruangan pemberkatan ini, kita memakai gaya western style, dimana gua masuk dgn pengapit pria (thanks Andi udah mau jadi pengapitku) kemudian disambut dengan Gembala Pernikahan, sedangkan Lylyana masuk dengan diantar oleh Kiu-Kiu (sebagai wali, karena papanya sudah tidak ada). Waktu itu perasaan yang ada, senang banget bercampur dengan haru, dan hampir ga percaya, bahwa hari itu, hari pemberkatan pernikahanku, karena selama ini gua dan lyly banyak membantu pasangan-pasangan yang lain, dan hari itu, ternyata giliran kita yang jadi pengantinnya hehhehehehehe (pagi-pagi kita sempat bercanda, pagi ini kita urusin pernikahan siapa nih hehehe).
Saat puji-pujian dinaikan, melihat ke arah rekan-rekan yang hadir, hati ini rasanya senang banget, dan bahkan gua sempat terharu, sampai sempat netesin air mata, karena saking bahagianya, ya it’s my big day, waktu yg kita tunggu hampir 1 1/2 tahun persiapan pernikahan kita, akhirnya tiba juga. Prosesi pemberkatan yang ada berjalan dengan lancar dan saat thanks giving ke orang tua, kita bisa merasakan perasaan terharu, karena begitu besar pengorbanan papa & mama, hingga kami bisa seperti saat ini, once again, thank you buat papa & mama yang telah membesarkan kita dan menyekolahkan kita, ngga ada satu pun hadiah yg bisa membalas kasih mereka buat kami berdua, dan kami berdua sangat bersyukur buat kasih sayang mereka untuk kami.
Acara Resepsi
Setelah acara pemberkatan selesai, kami pun segera ke JJ Bride untuk diretouch kembali make-up yang ada, setelah selesai kira-kira jam 17.00 wib kami pun segera menuju ke Wisma Antara, gedung tempat resepsi kami. Sesampai di sana, semua panitia yang terlibat sudah stand by di tempat, kita sempat keliling bentar melihat dekorasi dan makanan yang ada, semuan ya tampak indah dan bagus banget, thanks untuk Pak James dan team dekorasinya, yang telah menyulap ruangan Auditorium Adhiyana menjadi bagus banget. Setelah itu kami pun melakukan gladiresik dgn team tari (thanks untuk Lea dgn team tarinya) serta dgn Entertaiment dari The One (thanks untuk Sin Jie).
Tepat pukul 19.20 wib, acara resepsi yang ada pun dimulai, dengan didahului masuknya kedua orang tua ke ruangan resepsi, diiringi dengan lagu “Hands to Heaven” dari Christian Baustita. Papa dan Mama kita melangkah dengan senyum kebahagiaan diantara tamu-tamu yang ada, karena hari itu adalah hari yang paling berbahagia buat mereka, karena pernikahan anak tercinta mereka. Setelah itu 2 orang penari pun beraksi dengan diiringi lagu “I Believe in you - Il Divo” beberapa saat, setelah itu dari arah panggung, gua berjalan menuju ke tengah didepan penari cowok, sedangkan di sisi lain, Lyly berjalan pelan di depan penari cewek,kami pun bertemu di tengah, dan sambil berlutut, gua memberikan bunga serta mencium tangan Lyly, kemudian kami berdansa sebentar dan diakhiri dengan Wedding Kiss sambil penembakan konveti. Dengan 2 penari di depan kami, kami pun berjalan ke arah panggung, untuk foto bersama. Untuk wedding kami ini, kami mendobrak tradisi, dimana setiap kali wedding pasti ada yang namanya pemotongan kue pengantin. Kami sepakat bahwa kami tidak ingin ada kue pengantin, karna sudah biasa ada seperti itu, dan sebagai gantinya untuk penghormatan kepada orang tua kami, kami memberikan hadiah untuk mereka.
Acara selanjutnya ada Pouring Shampange. Kami juga sempat melakukan minggle, bergabung dengan tamu-tamu yang ada sambil membagikan boneka. Acara resepsi yang ada berjalan dengan lancar dan meriah, dari info yang ada, gubukan Nasi Bali merupakan makanan yang paling cepat habis, kami memang sengaja mengambil nasi bali sebagai gubukan, karna memang jarang di wedding ada seperti itu. Setelah itu acara dilanjutkan dengan berfoto ria, semua pasang gaya and action….Akhirnya acara married yang ada dari pagi hingga malam selesai juga, kalo kebanyakan pasangan yang ada, langsung balik ke hotel untuk istirahat atau yg lainnya, kami berdua malah malam itu memilih untuk hang-out bersama-sama teman2x kami, nongkrong dan makan malam bersama, maklum saat di tempat resepsi ga sempat makan
akhirnya sekitar jam 12.00 malam semua bubar dan balik ke tempat masing-masing, begitu juga dengan kami