Barusan aja, hari jumat malam di kelas kecil BPN, diajarkan tentang jangan memakai asumsi, tahunya hari Sabtu, gua sudah memakai asumsi gua lagi terhadap pasanganku, Lylyana.
Ceritanya begini…
Sabtu pagi itu, sekitar jam 8 Lyly telpon disaat gua masih asyik tidur, dan mengatakan bahwa pembina BPN kami, Ko Tim Hong & Cik Lily , mengajak untuk membesuk salah satu teman BPN kami yang barusan melahirkan anak mereka, rumahnya di daerah Serpong. Gua jawab ok serta bilang nanti g telp lagi ya, abis ngantuk dan masih capek.Trus g mencoba untuk tidur sebentar lagi, baru bangun sekitar jam 11, dan gua trus mandi.
Selesai mandi, temanku Wiro ajakin pergi makan siang bareng bersama dengan temannya, begitu keluar dari Ruko, eh ternyata hujan mulai turun, dan kita putusin untuk makan di daerah Tanjung Duren, trus akhirnya kita ke tempat parkir mobilku, tau ga sech… ternyata ban mobil belakang kananku kempes
ditengah hujan yang tambah membesar, kita putusin makan di samping ruko aja.
Wah dalam hati gua bilang, waduh kok bisa bocor banget, padahal malamnya saat pergi ke kelas kecil BPN sudah ditambah anginnya, mana g janji ama Lyly utk sampai tempat dia sekitar jam 12 gitu lagi…, segera setelah pesan Bakso gua telpon Lyly dan kasih tau kondisi yg ada, di suara telpon yang ada, Lyly memberikan instruksi agar ditambal aja di depan ruko, kan ada tukang tambal ban, dan terkesan tidak terlalu senang dgn kondisi yg ada, g mencoba utk menjelasin, bahwa gua bisa handle masalah ini. Tenang aja, akhirnya telpon ditutup, sambil menikmati bakso yg panas di tengah hujan yang deras, g berkali-kali mencoba menghubungi Lyly kembali, karna takutnya dia lagi marah ama gua, g telpon sekitar 3 kali lebih, ga diangkat-angkat telponnya, dalam hati, wah berabe, apakah suasana hari sabtu ini akan mendung, seperti cuaca saat itu, gua coba sms, tp ga dibalas juga, akhirnya gua kesel dan sms, bilang kalo dia masih kesel trus, kita ga usah pergi dech dan malam ini ga usah ketemuan dech…, masih juga ga ada balasannya, akhirnya g putusin telpon ke rumahnya aja, dan setelah dia angkat, suara di sana yg gua denger, baik2x aja, dan gua tanya kenapa ga angkat telponnya, katanya ada di kamar, dan lagi hujan gede, jadi dia ga denger…..ya ampunn… gua ternyata salah lagi dan berasumsi yg ngga-ngga
setelah Lyly baca smsku, aku jadi malu sendiri, jadi sebenarnya yg lagi marah itu Lyly apa gua
Setelah semua jelas, dan ban mobil yang ada, dibantu oleh temannya Wiro utk diganti dengan ban serep sementara, aku segera meluncur ke bengkel terdekat di daerah Tanjung Duren, utk menambal ban yang ada. Hasilnya ban depan kanan, terdapat 1 paku tertancap, sedangkan yg terparah ban belakang kanan, ternyata ada 2 paku yg menancap di sana, dan lumayan besar salah satu pakunya, pantesan aja banku kempes banget.
Sorenya, kami pergi ke daerah Lippo Karawaci, mengunjungi sobat kami, Gerry & Lie Se, yang juga barusan married
, sekitar jam 5 kurang, pembina BPN kami menelpon dan mengatakan tidak jadi membesuk, karna mereka sendiri tidak tahu tempatnya, dan yang ingin dibesuk tidak diangkat telponnya, akhirnya malam ini kami putusin untuk jalan-jalan melihat rumah2 di kawasan Lippo, dan makan malam bersama sohit yang lama, Aheng di daerah Serpong, kamipun segera meluncur ke daerah Serpong, mampir ke tempat Aheng di Taman Provence, trus makan dech di Serpong…ehmm makanannya enak2x
Malam itu, gua belajar lagi, ternyata memang tidak mudah untuk tidak menggunakan asumsi, tp gua bersyukur punya seorang calon yang mau mengerti, apa yg terjadi coba kalo dia baca smsku, dan marah juga, wah bisa ga jadi jalan2x ke Lippo dan Serpong, thank you honey, I love u so much