Icon my2be1forever
Please wait ...

Online User

Your Message


Jalan-jalan ke Singkawang

December 17th, 2009

Minggu lalu, aku dan keluarga pulang ke pontianak dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan adikku, yang diadakan pada hari Sabtu, 5 Desember 2009. Pada hari minggunya, 6 Desember 2009, kami pun jalan-jalan ke Singkawang. Setelah cukup lama ngga pernah ke Singkawang, ternyata sekarang ini pra-sarana jalan yang ada sangat mendukung, jalanan 99% mulus banget, beda banget dengan dulu waktu gua pernah ke sana, satu hal yang perlu diacungin jempol untuk pemda di sana.

Kami berangkat dari Pontianak sekitar jam 09.00 pagi, dan sampai di Singkawang kurang lebih jam 11.30, kami kemudian dibawa ke salah satu kuil terbesar di Singkawang, setelah berkeliling dan berfoto ria di sana, 

kami pun melanjutkan perjalanan ke kota Singkawang, mampir ke toko oleh2x yang ada di sana, Lyly, adikku dan mertuaku pun sibuk membeli oleh2x yang ada, tak lupa membeli atapson, semacam asinan khas Singkawang.

Setelah puas kami pun mencari tempat makan untuk mengisi perut yang sudah mulai minta diisi.

Setelah makan, kami pun melanjutkan perjalanan ke pulang ke kota Pontianak, sambil sepanjang perjalanan kami mampir ke daerah object wisata yang ada di sana, ternyata saat ini sudah ada beberapa objek wisata yang baru, yg dulu belum ada, saat ini sudah ada.

Yang pertama kami mampir adalah, objek wisata pantai Sinka - Singkawang, di pantai ini terdapat patung-patung 12 shio yg ada di Calendar penanggalan china.

Setelah itu kami pun ke objek wisata Pantai Pasir Panjang, di sini Abigail yang sedari objek wisata pertama ini main air laut, pun bermain air laut dengan riangnya (bayangin anak baru 1,5 tahun sudah senang banget dengan air). Setelah puas bermain air (sebenarnya buat Abigail ngga puas,karna walaupun sudah lama tetap kekeh masih mau main air laut dan berenang), kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke kota Pontianak.

Kami sempat mampir di warung makan Peng Kang di daerah Siantan, warung ini terkenal sekali dengan makanan Peng Kang ini, setelah mencicipi kue ini,

kami pun meneruskan perjalanan, kali ini kami mampir kembali di tempat yang menjual cai kue, uniknya di tempat ini, pesanan kue kita langsung dibuat pada saat itu juga, sehingga begitu kuenya jadi, langsung bisa kita santap.

Well…setelah puas, kami pun meneruskan perjalanan yang tinggal 1/2 jam untuk tiba di kota Pontianak.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 8th Day

October 15th, 2009

Day 8: 2 September 2009
Hari ini merupakan hari terakhir kami di Bangkok, karna nanti malam jam 20.15 waktu bangkok, kami akan terbang kembali ke Jakarta, rasanya sedih juga karna masih pingin lebih lama di Bangkok :) Pagi itu kami bangun lebih siang, dan setelah check-out dari hotel, kami pun menitipkan bagasi kami ke hotel, sementara dengan waktu yang tersisa kami pun pergi ke Pratunam Center diantar oleh Tuk-tuk Hotel. Sesampai di Pratunam Center ternyata masih sepi sekali, dan setelah berkeliling sebentar kami pun memutuskan untuk ke Platinum Mall saja dgn berjalan kaki, kebetulan jaraknya tidak berapa jauh dari Pratunam Center. Sesampai di Platinum Mall, kami pun mencari makan siang kami, setelah makan, kembali kami shopping lagi di Platinum Mall ini hehehehe :)

Kira-kira jam 15.00 kami keluar dari Platinum Mall, dan menuju ke Supermarket Big C (kalo di jakarta seperti Hypermart atau Carrefour) dengan tujuan mencari makanan khas Thailand, yakni Thai Tea, namun sayangnya tidak ketemu, namun disitu kami akhirnya membeli Mie Instan Tom Yam.

Akhirnya kira-kira jam 15.30 kami pun segera balik ke Hotel dengan diantar Tuk-tuk, untuk segera ke Bandara, karna menurut orang hotel, kalo penerbangan jam 20.15 kami harus berangkat lebih awal, karna takutnya macet, karna bertepatan dengan jam bubaran kantor di Bangkok, akhirnya setelah membereskan belanjaan yang ada, kami pun diantar Taxi ke Bandara sekitar jam 16.40, beruntung hari itu tidak terlalu macet, dan kami pun sampai di bandara sekitar jam 17.10, ternyata cepat sekali, tetapi dengan sisa waktu yang lumayan banyak, kami pun berkeliling menikmati bandara Swanarbhumi Bangkok.

Well akhirnya sekitar pukul 19.30 kami sudah masuk ke pesawat untuk terbang kembali ke Jakarta.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 7th Day

October 15th, 2009

Day 7: 1 September 2009
Pagi ini, kami bangun lebih pagi, karna sehari sebelumnya kami telah memesan tur 1/2 hari ke Damnoen Saduak Floating Market, Elephant Village, Cobra Show dan Sentral kerajinan kayu. Tur pagi ini dipimpin oleh satu tour leader dan supir travel yang lumayan kocak dan friendly. Untuk perjalanan tour ini kami dibawa keluar kota bangkok, jadi sepanjang perjalanan kami bisa melihat aktivitas para warga bangkok yang berangkat kerja, terlihat banyak sekali mobil-mobil yg mengarah ke kota bangkok (sama seperti kondisi kota jakarta). Setelah menempuh perjalanan kira-kira 1.5 jam, mobil pun berhenti di satu tempat, kemudian perjalanan ke Floating Market dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor.
Kira-kira sekitar 20 menit kami pun sampai di Damnoen Saduak Floating Market, di sini terdapat pilihan apakah kita akan naik perahu mengelilingi Damnoen Saduak Floating Market yang ada,atau berjalan kaki saja, akhirnya kami memutuskan untuk naik perahu saja agar bisa menikmati benar-benar suasana  Damnoen Saduak Floating Market. Satu perahu berisi sekitar 4-5 orang, dan didayung oleh seorang ibu.

 

Dengan perahu ini, ibu tersebut membawa kami menghampiri setiap toko yg ada, di atas perahu ini pulalah terjadi transaksi jual beli, jika ada barang yg kita sukai. Kami membeli kue khas di Thailand dan Es kelapa kopyor. Oya, satu hal yang menarik di Thailand yang gua perhatikan adalah kami sering melihat rombongan pelajar di sana mengunjungi obyek wisata yang ada seperti halnya di Floating Market ini juga. Benar-benar usaha pemerintah yang bagus agar warga negaranya tahu tetap obyek wisata di negaranya. Setelah berkeliling sekitar 30-an menit, akhirnya kami naik ke kembali ke atas, dan di sini kami pun melanjutkan jalan-jalan kami mengeliling  Damnoen Saduak Floating market dari sisi atasnya.

Dengan perahu ini, ibu tersebut membawa kami menghampiri setiap toko yg ada, di atas perahu ini pulalah terjadi transaksi jual beli, jika ada barang yg kita sukai. Kami membeli kue khas di Thailand dan Es kelapa kopyor. Oya, satu hal yang menarik di Thailand yang gua perhatikan adalah kami sering melihat rombongan pelajar di sana mengunjungi obyek wisata yang ada seperti halnya di Floating Market ini juga. Benar-benar usaha pemerintah yang bagus agar warga negaranya tahu tetap obyek wisata di negaranya. Setelah berkeliling sekitar 30-an menit, akhirnya kami naik ke kembali ke atas, dan di sini kami pun melanjutkan jalan-jalan kami mengeliling  Damnoen Saduak Floating market dari sisi atasnya.
 

Setelah selesai dari  Damnoen Saduak Floating Market, tour leader kemudian membawa kami ke Elephant Village, dimana kita bisa menaiki gajah untuk berkeliling di sekitar daerah tersebut. Kami pun memutuskan untuk mencoba naik gajah, awalnya memang agak takut, karna membawa Abigail, tetapi akhirnya kami coba dan menyenangkan sekali ternyata, walaupun dibarengin dgn rasa sedikit cemas hehehe :) Ini pengalaman pertama kami naik Gajah :) Sehabis dari Elephant village, kami dibawa ke Cobra Show, tetapi kami memutuskan untuk tidak ikut turun, saat itu kebetulan hanya 2 orang yg turun, akhirnya kami yg tersisa diantar langsung ke Sentra Kerajinan Kayu untuk melihat berbagai macam hiasan yg terbuat dari kayu.

Setelah selesai dari  Damnoen Saduak Floating Market, tour leader kemudian membawa kami ke Elephant Village, dimana kita bisa menaiki gajah untuk berkeliling di sekitar daerah tersebut. Kami pun memutuskan untuk mencoba naik gajah, awalnya memang agak takut, karna membawa Abigail, tetapi akhirnya kami coba dan menyenangkan sekali ternyata, walaupun dibarengin dgn rasa sedikit cemas hehehe :) Ini pengalaman pertama kami naik Gajah :) Sehabis dari Elephant village, kami dibawa ke Cobra Show, tetapi kami memutuskan untuk tidak ikut turun, saat itu kebetulan hanya 2 orang yg turun, akhirnya kami yg tersisa diantar langsung ke Sentra Kerajinan Kayu untuk melihat berbagai macam hiasan yg terbuat dari kayu.
 

Well…akhirnya kira-kira jam 12.00 kami pun kembali diantar balik ke hotel, sampai di hotel sedikit hujan gerimis, dan segera kami mencari Money Changer untuk menukarkan dollar kami dgn Bath, berhubung persediaan Bath kami udah habis :) Karna kami saat itu belum makan siang, maka kami menggunakan tuk-tuk yang disediakan hotel untuk mengantar kami ke Platinum Mall untuk makan siang, dan sambil melihat-lihat barang-barang yg bisa dibeli di sana. Selesai makan kami pun berkeliling Platinum Mall, disana kami memberikan sepatu baru buat Abigail, sedangkan Lyly mencoba Fish Massage di salah satu toko di Platinum Mall ini, sementara itu gua membawa Abigail berkeliling melihat-lihat toko-toko yang ada,setelah puas berkeliling dan berbelanja di Platinum Mall,

Well…akhirnya kira-kira jam 12.00 kami pun kembali diantar balik ke hotel, sampai di hotel sedikit hujan gerimis, dan segera kami mencari Money Changer untuk menukarkan dollar kami dgn Bath, berhubung persediaan Bath kami udah habis :) Karna kami saat itu belum makan siang, maka kami menggunakan tuk-tuk yang disediakan hotel untuk mengantar kami ke Platinum Mall untuk makan siang, dan sambil melihat-lihat barang-barang yg bisa dibeli di sana. Selesai makan kami pun berkeliling Platinum Mall, disana kami memberikan sepatu baru buat Abigail, sedangkan Lyly mencoba Fish Massage di salah satu toko di Platinum Mall ini, sementara itu gua membawa Abigail berkeliling melihat-lihat toko-toko yang ada,setelah puas berkeliling dan berbelanja di Platinum Mall,
 

kira-kira jam 19.00 dengan menggunakan Tuk-tuk kami pun ke Suan Lung Night Bazaar untuk makan malam, dan berkeliling di Suan Lung Night Bazaar.

kira-kira jam 19.00 dengan menggunakan Tuk-tuk kami pun ke Suan Lung Night Bazaar untuk makan malam, dan berkeliling di Suan Lung Night Bazaar.
 

Kira-kira jam 22.00 kami pun balik ke hotel untuk istirahat, puas rasanya hari ini sudah berkeliling dibanyak tempat.

Kira-kira jam 22.00 kami pun balik ke hotel untuk istirahat, puas rasanya hari ini sudah berkeliling dibanyak tempat.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 6th Day

October 15th, 2009

Day 6: 31 Agustus 2009 : Thailand
Pagi ini, setelah sarapan pagi di Hotel, kami pun segera mandi, tujuan kami hari ini adalah Grand Palace. Setelah bertanya dengan petugas di Hotel, kami pun disarankan untuk naik taxi saja, dengan tarif sekitar 100 Bath. Kami pun diantar Tuk-tuk hotel ke jalan raya, dan selanjutnya kami lanjutkan perjalanan ke Grand Palace dengan Taxi.

Oya, mengenai Taxi dan Tuk-Tuk di Thailand, terkadang terdapat supir yang akan menawarkan tarif yang sangat murah dari biasanya, yakni dimana kita cukup membayar 50 Bath untuk jarak yg biasanya 100 Bath, jangan terkecoh, karna mereka ini ternyata bekerjasama dengan pemilik kiosk permata, dimana setiap tamu yg dibawa jika diantar ke sana, mereka akan mendapatkan kupon bensin 5 liter, dimana harga per liter di sana itu sekitar 20 Bath, tapi dari cerita yang pernah gua dibaca di internet, ada juga org yg tertipu, sehingga mereka tidak bisa menikmati tempat tujuan yg mereka inginkan. Kami pun sempat mengalami hal tersebut, dimana supir taxi yg membawa kami ke Grand Palace memberitahukan bahwa kami cukup membayar dengan harga yg sangat murah sekali, dengan syarat bahwa kami mau diajak dulu ke toko permata, namun kami berhasil menolak dan menyatakan bahwa kami ingin langsung ke Grand Palace saja dan tidak ingin berbelanja permata. Saat tiba di Grand Palace, kami sangat beruntung karena cuaca agak berawan, sehingga tidak terlalu panas, kami membeli tiket seharga 350 bath/orang dan untuk Abigail gratis. Saat masuk ke dalam Grand Palace, kami sangat takjub karena, itu adalah istana raja dan kuil-kuil yang sangat indah dan sangat terawat, hampir semua terbuat dengan berlapiskan emas.

Kami ber-3 berkeliling kuil-kuil yang ada di Grand Palace, sungguh indah sekali kuil-kuil tersebut, dan saat kami datang kebetulan terlihat para pekerja yang sedang melakukan perawatan terhadap kuil-kuil tersebut, seperti pengecatan ulang lukisan-lukisan yang ada di dinding, sungguh terawat sekali.

Walau cuaca hari itu tidak terlalu terik banget panasnya, namun capek juga berkeliling Grand Palace yang sedemikian besarnya, apalagi kami lupa membawa minuman, beruntungnya di tengah salah satu sudut Grand Palace disediakan air minum, langsung saja kami ambil, dan minum….wowww….segernya.

Saat berkeliling di Grand Palace melihat kuil-kuil yang ada, Abigail menumpahkan minumannya ke pakaiannya, alhasil celana Abigail pun basah, akhirnya kami memutuskan untuk ke China Town untuk membeli celana baru buat Abigail sambil mencari makanan untuk makan siang kami, ternyata memang agak susah juga mencari taxi yang mau memakai meter untuk mengantar kami ke China Town, akhirnya ketemu juga Taxi yang mau. Sesampai di China Town, kami agak bingung juga mencari toko yang menjual baju untuk anak seusia Abigail, setelah bertanya dan keliling sana sini,akhirnya tetap tidak ketemu, akhirnya kami putuskan untuk makan siang, dan karna susah mencari makanan yang Abigail bisa juga makan, akhirnya kami pun memutuskan masuk ke pusat pembelanjaan yang ada,dan memesan KFC saja dengan harapan ada soupnya, ternyata KFC di sana tidak menyediakan soup, well…akhirnya Abigail pun ikut makan nasi dan ayam saja. Setelah selesai makan, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Wat Pho dengan menggunakan Taxi, dan saat sedang menunggu taxi, kami sempat membeli chestnut goreng, yg selama kami di bangkok terlihat hampir di semua tempat pasti menjual chestnut ini

Wat Pho adalah salah satu objek wisata terkenal lainnya di Thailand, dimana di dalam kuil ini terdapat patung budha tidur. Setelah berkeliling di Watpho yang ada, sekitar jam 16.00 kami pun pulang ke hotel untuk istirahat karna malamnya kami berencana untuk MBK yakni Mall terbesar di Bangkok. Sesampai di Hotel, kami pun memesan paket tur 1/2 hari untuk besok hari.

Sekitar jam 19.00 kami pun berangkat dari Hotel menggunakan Taxi ke MBK. Sesampai di MBK kami berkeliling melihat barang-barang yang ada di sana dan makan malam di Foodcourt nya, tak lupa kami memesan Thai Ice Tea :)

Selesai makan, jam sudah menunjukan pukul 21.00, kami pun akhirnya memutuskan pulang karna MBK juga sudah mau tutup, kami menggunakan taxi utk ke Hotel, wah ternyata ramai sekali yang mengantre taxi. Saat sedang menunggu taxi, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, akhirnya setelah mengantri kurang lebih 45 menit, dapat juga taxinya. Petugas Mall menanyakan kami mau kemana, dan memberitahukan ke Supir Taxinya, baru saja Taxi jalan kira-kira 50 meter, pas di belokan, eh supir taxinya minta tidak pakai argo dan minta tarif 150 Bath, katanya memang begitu ketentuan dari MBK nya, langsung saja gua tolak, karna saat mengantri gua baca pengumuman yang ada, bahwa taxi yang ada di MBK harus menggunakan tarif resmi, jika tidak kita diharap untuk melaporkannya, tapi karna gua ga mau terlalu panjang urusannya, akhirnya kita turun, untungnya hujan tinggal gerimis, dan setelah menunggu tidak begitu lama, dapat juga Taxi, kali ini sama saja, supirnya tidak ingin menggunakan argo, kita diminta 100 Bath utk mengantarkan ke Hotel, akhirnya karna hari sudah malam dan agak gerimis, kita pun meng-iyakan.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 5th Day

October 6th, 2009

Day 5: 30 Agustus 2009 :: Singapore - Thailand
Setelah sarapan pagi, kira-kira jam 08.00 wib kami pun berangkat ke Changi Airport, mungkin karna hari itu minggu, jadi jalanan di Singapora lancar sekali, akhirnya kami sampai di bandara cukup pagi, setelah check-in, kami pun menunggu waktu boarding, dengan mengelilingi Changi Airport dan menemukan makan siang untuk kami, sambil menunggu Abigail bermain di tempat bermain yg tersedia di Changi Airport.

Sambil menuju ke gate keberangkatan, kami sempatkan menggunakan fasilitas free internet yg terdapat di changi airport untuk mengecek facebook kami hehehe, setelah mengupdate status facebook, kami pun segera menuju ke ruang tunggu, dan tidak berapa lama kemudian kami pun naik ke pesawat menuju ke Bangkok, Thailand. Kira-kira jam 12.15 kami pun sampai di Swarnarbhumi Airport, setelah melalui imigrasi kami pun segera mengambil bagage kami. Kemudian kami menuju ke counter penukaran uang, untuk menukarkan bath yg kami bawa dengan pecahan kecil, dan segera mencari taxi di counter taxi yg ada, Oya, satu tips yang perlu dilakukan buat yang lain, yakni berhubung di Thailand tidak semua bisa berbahasa inggris, jadi saat di counter taxi, minta petugasnya menuliskan alamatnya dengan tulisan thai atau saat memesan hotel, print-lah peta dengan tulisan thai, itu akan memudahkan kita memberitahukan ke supir taxi ke mana kita akan pergi. Setelah masuk ke Taxi, segera gua keluarkan peta hotel yang telah gua print dari Jakarta, yakni peta dalam bahasa Thai dan inggris (beruntung hotel tempat kami menginap menyediakan peta tersebut), setelah gua berikan ke supir taxi dan memberitahukan bahwa kami ingin diantar ke Citin Pratunam Hotel di daerah Pratunam.

Sesampai di Hotel, segera gua check-in, sementara itu Lyly dan Abigail menunggu di ruang tunggu, sambil berbincang-bincang dengan petugas di counter tur, yg menawarkan paket tur di Thailand, dan kami memutuskan untuk mengambil paket tur 1/2 hari untuk hari selasa ke Floating Market, Elephant Village, Cobra Show dan Sentra Kerajinan Kayu. Setelah meletakkan bagasi kami di kamar, kami pun pergi mencari makan, karna kebetulan saat itu sudah sekitar jam 14.00, dan kami belum sempat makan, kami akhirnya mencari makan di daerah sekitar hotel, kebetulan tidak jauh dari hotel ada pusat pembelanjaan, kami pun akhirnya makan siang di sana. Setelah makan kami pun pulang ke hotel, untuk selanjutnya diantar oleh tuk-tuk yg disediakan hotel ke stasiun BTS terdekat, untuk selanjutnya dengan BTS kami akan ke Chatuchak Market, yang merupakan pasar yang adanya cuma Sabtu dan Minggu.

Kami sampai di Chatutchak Market sekitar jam 15.00, dan berkeliling di pasar tersebut, pasar ini benar-benar menjadi surga belanja buat kaum hawa, karna barang-barang yg ada harganya cukup murah. Di pasar ini, semua barang yang dicari pasti bisa ditemukan, mulai dari pakaian org dewasa, anak-anak, kerajinan tangan, lampu, makanan serta lain-lainnya bisa ditemukan disini, dan yang pasti harganya cukup murah. Setelah puas berkeliling dan belanja di Chatutchak market, sekitar jam 18.30 kami pun balik ke hotel, dengan tangan penuh dengan belanjaan (hehehe, lyly sampai kalap belanjanya).

Sesampai di hotel, setelah mandi, kami pun pergi mencari makanan untuk makan malam kami. Hotel yang kami tempatin kebetulan sangat strategis karna dekat dengan mall, berhubung kami baru pergi sekitar jam 20.00 ternyata sangat sulit juga menemukan makanan yg cocok untuk Abigail, akhirnya setelah lelah mencari-cari, kami putuskan untuk memesan makanan di cafe yg terdapat di Hotel saja.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 4th Day

October 6th, 2009

Day 4 : 29 Agustus 2009 :: Melaka - Singapore
Hari ini tujuan kami ke Singapore. Setelah mandi dan membungkus sarapan yang disediakan oleh hotel untuk Abigail, kami pun menunggu taxi yang telah kami pesan sehari sebelumnya untuk mengantarkan kami ke Melaka Sentral, yakni terminal bus di Melaka untuk bertolak ke Singapore. Bis akan berangkat jam 07.30 setelah ditunggu-tunggu taxi yang ada datang juga, sekitar jam 07.15 wib, waktu kami tiba ternyata tinggal kami yang masih ditunggu sopir bus, kami telat 5 menit :( karna taxi yg ada kelamaan datangnya.

Well…untung ga ditinggal, segera kami naik ke bus, dan perjalanan ke Singapore dari Malaka ditempuh sekitar 3,5 jam, sopir bus 707 Melaka Express yang kami tumpangin tidak terlalu ramah, awalnya kami pikir karna kami telat, ternyata kami perhatikan sikapnya sama juga ke semua penumpang yang ada. Perjalanan ke Singapore ini akan melewati imigrasi Malaysia dan Singapore. Kira-kira jam 10.00 kami pun tiba di Imigrasi malaysia, koper yang ada tidak perlu dibawa turun, ditinggal di bus saja, cukup bawa passport dan kartu imigrasi yang dikasih waktu kedatangan. Setelah passport dicap oleh petugas imigrasi,kami pun segera menuju ke tempat bus yg telah menunggu.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali, sekitar kira-kira 8 menit, kami pun sampai di imigrasi Singapore, kali ini semua barang bawaan yang ada harus diturunkan untuk diperiksa di bea cukai singapore, dan passport yang ada akan dicap oleh petugas imigrasi Singapore dan mengisi kartu kedatangan. Setelah selesai kita akan melewati pemeriksaan X-Ray terhadap barang-barang yang kita bawa, setelah melewati proses ini, selanjutnya kita naik bus lagi.Bus yang kami tumpangi, awalnya akan berhenti di Lavender, tetapi ternyata supir bus yang ada yang ada menurunkan penumpangnya di Bugis Junction, di Queen Road, kami pun akhirnya turun di Bugis Junction, dan memberitahukan kepada Johan dan Shan Ling yang awalnya mau menjemput di Lavender bahwa tempatnya pindah ke Bugis Junction.Sambil menunggu Johan dan Shan Ling, kami pun mampir ke Bugis Junction sambil mencari minuman untuk mengisi kerongkongan yg telah haus banget. Setelah beberapa saat kemudian, Johan dan Shan Ling pun tiba, dan kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Bugis Junction untuk melihat-lihat barang yang ada, dan selanjutnya ke Link Hotel yg terletak di Tiong Baru untuk Check In. Sesampai di Link hotel sekitar jam 13.00 dan karna saat itu kamar belum ready, dan waktu check-in seharusnya jam 14.00, akhirnya kami menitipkan bagage kami, dan kami mampir ke supermarket di Tiong Bahru Plaza yang terdekat untuk membeli pampers buat Abigail dan dilanjutkan dengan makan siang di Kopitiam (Food Court).

Di Kopitiam tersebut ternyata terdapat juga tempat bermain untuk anak-anak, jadi setelah gua makan,gua pun mengajak Abigail ke situ, di saat sedang bermain, Abigail diganggu oleh anak Singapore, untung orang tuanya akhirnya memarahi anak tersebut, ada-ada aja.

Selesai makan siang, kami pun balik ke Link Hotel, setelah membereskan barang-barang, selanjutnya kami diajak Johan dan Shan Ling ke Orchard Road, untuk mampir ke Royal Palace Hotel, dimana di Lobby hotel tersebut terdapat miniatur Mobil Ferari yang terbuat dari bahan Roti, yup benar, di sana terdapat 1 buah miniatur mobil Ferari yang dibuat dari roti, berhubung nanti bulan September, di Singapura akan digelarlomba balap mobil F1-Night Race.

Setelah berfoto di depan miniatur mobil Ferari ini, kami pun melanjutkan perjalanan dengan Monorail ke Patung Singa yang menjadi lambang negara Singapora, sepanjang perjalanan ke sana, kami mampir ke Museum, kemudian berfoto-foto di patung singa dan esplanade theater building.

Kira-kira sekitar jam 18.00 kami pun ke Marina Square untuk makan malam di sana, setelah itu kami pergi ke China Town melihat aneka barang yang ada dan mencicipi onde-onde di sana.

Well…selesai juga wisata kami di Singapore, dan kami pun balik ke hotel, karna besok pagi kami akan ke Bangkok, Thailand.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 3rd Day

October 6th, 2009

Day 3 : 28 Agustus 2009 :: Genting - Melaka
Pagi itu kami bangun sekitar jam 07.00, setelah mandi kami pun turun ke lantai 3 untuk breakfast, ternyata sudah ramai sekali.

Menu breakfast yang disediakan ternyata banyak sekali, Lyly pergi mengambil breakfast sementara gua menjaga Abigail, tidak berapa lama Lyly pun datang dgn breakfast kami, setelah menyantap breakfast-ku,

aku keliling melihat-lihat aneka hidangan yang ada, dan melihat juru masak yg memasak setiap makanan yg ada, jadi konsep resto/tempat makanannya adalah open, yakni dimana kita bisa melihat para juru masaknya memasak makanan yang ada.

Setelah sarapan, kami pun segera mengambil barang-barang kami dan menuju ke tempat Sky Train yang akan membawa kami untuk turun ke terminal bus yang ada, dan selanjutnya naik bus dari Genting ke Terminal Bus Puduraya.

Setelah sampai di terminal bus, kami pun membeli tiket bus dari Genting ke Terminal Puduraya, setelah menunggu tidak begitu lama, akhirnya bus yang ada pun berangkat (benar-benar ontime), perjalanan ke terminal bus puduraya ditempuh kira-kira 1,5 jam, sesampai di terminal puduraya kami pun segera membeli tiket bus Transnational. Bus ini merupakan bus bertingkat, perjalanan ke Melaka dari Puduraya ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Bus berangkat dari Terminal Pudu Raya jam 12.00, akhirnya sekitar jam 14.30 kami pun sampai di Stasiun Melaka, sebelum meninggalkan stasiun menuju Hotel Puri yg telah kami booking dari Jakarta, kami pun ke counter Bus 707 Melaka Express untuk memesan tiket buat besok hari ke Singapore. Setelah mendapatkan tiket bus, kami pun segera mencari Taxi, satu hal ternyata Taxi di Melaka tidak memakai argo (meter), jadi setelah tawar-menawar kami pun mendapatkan taxi untuk mengantar kami ke Hotel Puri dengan harga RM 12.

Setelah check in di Hotel Puri yang merupakan salah satu tempat shooting film Little Nyonya yang merupakan drama yang bercerita tentang Cina Peranakan, kami berkeliling sebentar di hotel tersebut, sambil gua men-charge baterai kamera yang sudah mau habis.

Hotel Puri - Melaka

Setelah itu kami pun segera menuju ke Baba Nyonya Heritage, sayang saat masuk ke dalamnya, tidak diperbolehkan memotret, padahal di dalamnya sangat bagus sekali, banyak peninggalan cina peranakan, seperti piring, baju-baju kuno, ranjang, baju pengantin, uang, dll.

Dan jam sudah menunjukan pukul 16.30, padahal kami belom sedikit pun makan siang, maka kami segera mencari tempat makan chicken rice ball seperti yang sudah di survei lyly sebelum kami berangkat, dan ternyata tempatnya dekat sekali dari baba nyonya herritage. Nama tempat itu adalah Mallaca Jonker Street Chicken Rice Ball, disana kami memesan chicken Rice Ball, Nyonya Pongteh Chicken, Fried Roast Pork. Dan semua nya bener2 top banget rasanya, Fried Roast Porknya, memiliki rasa yg unik, dimana menurut lyly, sebelum di goreng pasti di marrinate terlebih dahulu dengan arak/wine. begitu juga dengan nyonya pongteh chickcen, dimana penampakannya mirip dengan semur, tapi dari rasa jelas berbeda jauh. pokoknya highly recomended.

Restoran Jonker Street Chicken Rice - Melaka

Setelah itu kami pun menuju ke Gereja Christ Church Malaka yang seluruh bangunannya berwarna merah.

Gereja Christ Church Melaka

Kemudian kami pun ke Benteng Tua yang ada di Melaka, naik ke atas dan berfoto sambil menikmati pemandangan yang ada.

Benteng Tua Melaka

Setelah selesai melihat pemandangan dari atas Benteng yang ada, akhirnya kami pun berasa capai, dan turun kembali, dan mampir ke toko Lao Qian Ice Cafe untuk minum es duren yang rasanya, yummy banget. Setelahnya kami pun berbelanja oleh-oleh makanan khas Melaka di toko San Shu Gong.

Setelah itu kami mencoba naik becak hias yang ada di Melaka untuk membawa kami ke Menara Taming Sari yang ada di Melaka, dan setelah membeli tiket kami pun masuk ke menara Tamang Sari tersebut dan mengambil tempat duduk, sambil menunggu menaranya naik ke atas.

Dari atas Menara Tamang Sari ini terlihat kota Melaka, sungguh indah sekali permandangan yang ada.

Menara Taming Sari - Melaka

Setelah itu kami pun menghabiskan malam itu dengan menyusuri Jonker Walk, seperti chinatown, di Jonker Walk ini terdapat banyak sekali penjual kaki lima yg menjual berbagai aneka barang, baju dan makanan khas Melaka. Oya, Jonker Walk ini adanya cuma setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, beruntung kami sampai di sana hari Jum’at. Kami memilih menu makanan laksa sebagai makan malam kami malam itu, woww…laksanya hmmm….maknyus…bayangkan 2 mangkok laksa plus nasi serta bakso, cuma 9 RM (Rp 27.000) aja, murah kan.

Seabis makan kami pun melanjutkan perjalanan kami menyusuri Jonker walk ini sambil melihat aneka barang yang dijual, dari pakaian, hiasan, dll. Oya, kota Melaka ini memang sepertinya diatur oleh pemerintah Malaysia menjadi kota dengan objek wisata jaman dulu, selain itu bagi para orang-orang tua, Melaka merupakan tempat untuk bersantai dan berkumpul dengan orang-orang seusia, karna saat kami jalan-jalan di Jonker Walk,kami melihat ada kumpulan orang-orang tua berdansa di satu rumah, selain itu terdapat panggung karaoke, dimana yang menyanyi adalah para orang-orang tua yang ada, sungguh merupakan kota yang indah bagi orang-orang tua untuk bersantai.

Setelah puas berkeliling, kami pun balik ke hotel karna besok pagi jam-jam 07.00 kami sudah mesti ke Melaka Sentral untuk naik bus ke Singapore.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 2nd Day

September 28th, 2009

Day 2 : 27 Agustus 2009 :: KUALA LUMPUR - GENTING
Pagi ini, kami check out dari Tune Hotel jam 07.30 lebih awal dari waktu normal yakni 10.00,hal ini karna kami ingin jalan-jalan dulu sebelum siangnya kami berangkat ke Genting. Setelah check-out, kami pun menitipkan bagage kami di hotel dengan membayar RM 2/koper untuk sepanjang hari. Setelah itu kami pun segera mencari Taxi menuju ke Menara Petronas, memang tidak mudah mencari Taxi di KL saat pagi, karna banyak yang tidak mau menggunakan argo(meter), mgkn dikarenakan jarak dari Tune Hotel ke Menara Petronas memang tidak begitu jauh, tapi akhirnya kami dapatkan juga Taxi yang mau memakai argo.

Sekitar jam 8 pagi kami pun tiba kembali di Menara Petronas, dan setelah bertanya ke petugas yang ada dimana tempat untuk mengantri tiket untuk naik ke Skybridge Menara Petronas, akhirnya kami temukan juga tempat antriannya,yang terletak di Lower Ground, wow….ternyata sudah ramai sekali yang mengantri, dan dari LCD pengumuman yang ada ternyata loket baru dibuka jam 08.30, jadinya gua yang antri, sementara itu Lyly dan Abigail menunggu sambil jalan-jalan di pusat perbelanjaan Suria KLCC yg terletak pada gedung yg sama. Kira-kira jam 09.15, giliran gua pun tiba untuk mendapatkan tiket, saat itu petugas yg ada menawarkan apakah mau ambil yg jam 09.45, langsung saja gua iyakan, karna dengan begitu kami tidak perlu menunggu terlalu lama, dan dari itu bisa melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya.

Setelah mendapatkan tiket, segera gua mencari Lyly dan Abigail, dan kami pun segera masuk ke ruang tunggu, di ruangan ini terdapat semua informasi tentang Menara Petronas, mulai dari video pembuatannya, dan lain-lain. Akhirnya tiba juga giliran kami dipanggil masuk, sebelum naik ke atas semua pengunjung diberikan bagde ID serta kaca mata 3D dan masuk ruangan 3D yang menampilkan film ttg Menara Petronas ini. Setelah selesai nonton film 3D kami pun melalui pintu x-ray (seperti yg terdapat di bandara) untuk men-screening semua barang bawaan kami, oya karna kami membawa baby stroller, disediakan semacam loker untuk menitipkan baby stroller. Akhirnya bersama dengan pengunjung lainnya, rombongan kami pun diantar oleh 3 org petugas untuk naik lift ke lantai 41, dimana terdapat jembatan penghubung ke 2 menara petronas, bayangkan untuk naik ke Lantai 41 hanya memerlukan waktu 1 menit saja…woww..sungguh cepat sekali. Well….finally sampai juga di lantai 41, kami diberikan waktu sekitar 10 menit untuk berfoto sejenak di jembatan penghubung di antara 2 menara, hehhee rasanya senang sekali, karna selama ini cuma melihat di gambar majalah atau iklan TV, sekarang ini merasakan sendiri ada di Lantai 41 Menara Petronas yang menjadi lambang kebanggaan negara Malaysia, ehm…gimana dengan negara kita ya, kalo Petronas bisa buat Menara setinggi itu, gimana dengan Pertamina ya ….. ehmm…..

Dari jembatan ini, kita bisa melihat kota Kuala Lumpur dengan jelas, petugas yg ada pun dengan ramahnya mau membantu kita berfoto, dan menjelaskan ttg Menara Petronas ini. Tak terasa, waktu yg diberikan pun selesai sudah, kami pun kembali diantarkan ke lift utk turun.

Setelah berkunjung di Menara Petronas, kami pun ke pusat perbelanjaan Suria KLCC untuk mencari makanan, berhubung perut ini udah minta diisi, setelah cari sana-sini akhirnya kami ketemu dengan KFC, waktu kami mau pesan ternyata ada sesuatu yang beda dgn KFC yg ada di Indonesia, yakni sebelum jam 11.00 KFC di sana hanya menjual menu makan pagi, padahal saat itu sudah jam 10.30, tetapi tetap aja pelayanannya bilang ga bisa, itu hanya untuk jam 11.00, akhirnya kami pun pergi mencari makanan di tempat lain, di cold storage yang terletak di seberang KFC, dimana Cold Storage ini seperti Carefour di indo, dan disana Lyly membeli sosis kesukaannya dan gua membeli fish ball untuk sekedar untuk menganjar perut ini. Sekitar jam 11.00 kami balik lagi ke KFC untuk memesan soup untuk Abigail.

Setelah selesai makan, kami pun mencoba naik LRT, kali ini tujuan kami adalah ke Petaling Street (China Town), di sana kami berkeliling melihat aneka barang-barang yg ada, di Petaling Street kami sempat membelikan mainan kereta kencana utk Abigail serta membeli magnet tempelan kulkas bergambar Menara Petronas(kebetulan kami memang mengkoleksi magnet tempelan kulkas dari berbagai negara).

Setelah puas berjalan-jalan di Petaling Street, kami segera kembali ke Tune Hotel, kali ini dengan menggunakan Monorail untuk meneruskan perjalanan ke Genting dengan bus Go Genting dari KL Central.Sampai di Hotel, kami segera mengambil koper kami, sebenarnya kami bisa menggunakan Monorail untuk Ke KL Central, namun karna kaki ini yang udah pegel banget, kami akhirnya memutuskan menggunakan taxi saja untuk ke KL Central, sesampai di KL Central, kami pun segera membeli tiket bus ke Genting.

Perjalanan ke Genting dari KL Central ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan Bus Go Genting, yang dilanjutkan kemudian dengan naik Kereta Gantung. 1 buah kereta gantung memuat sekitar 3-4 orang, kami saat itu satu kereta dengan salah satu supir tur guide yg ada, sepanjang perjalanan dengan Kereta Gantung ini, kami banyak bertanya dan bertukar cerita dgn supir tur guide ini, bapak ini kebetulan menginap di hotel yang sama dgn kami, yakni First World Hotel, bapak ini juga yg mengantarkan kami sampai di First World Hotel, karna ternyata setelah turun dari Kereta Gantung, untuk sampai ke First World Hotel harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki melewati setiap permainan yg ada di dalam kawasan Genting ini, beruntung ada bapak ini yg mengantarkan kami. Sesampai di First World Hotel, Lyly dan Abigail menunggu di ruang tunggu yang ada, sementara gua pergi ke Counter Customer service untuk mendapatkan nomor antrian untuk check-in, tak begitu lama nomor antrianku dipanggil, dan segera gua menuju ke counter yg ada, dan setelah mendapatkan kartu access dan kupon breakfast untuk 2 org, gua pun segera mengajak Lyly dan Abigail menuju kamar kami.

Setelah membereskan barang-barang bawaan kami, kami pun mandi dan setelah itu segera turun untuk mencari tiket bus ke Melaka, karna dari info yang didapat Lyly sebelumnya, ada bus yg langsung berangkat ke Melaka dari Genting ini, akhirnya ketemu juga dengan counter bus yg ada, namun sayangnya jam keberangkatannya sore banget, yakni jam 15.00, karna kami cuma 1 malam di Melaka, akhirnya kami memutuskan untuk besok pagi-pagi kami akan turun dari Genting, dan menuju ke Terminal Bus Puduraya untuk selanjutnya naik bus dari sana ke Melaka.

Well…setelah puas jalan-jalan menyusuri setiap toko dan tempat permainan yang ada, kami pun balik ke kamar untuk istirahat, karna besok pagi-pagi kami akan berangkat ke Melaka.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 1st Day

September 16th, 2009

Akhirnya tiba juga saat untuk mengupdate blog ini dengan cerita perjalanan kami sekeluarga ke 3 negara yakni Malaysia, Singapore dan Thailand. Ini merupakan perjalanan kami sekeluarga pertama kali ke luar negeri, banyak teman-teman yang sempat heran juga, bahwa ini perjalanan pertama kami keluar negeri dan berani membawa anak kami, Abigail yang baru berusia 14 bulan, apa tidak repot nantinya…., tapi setelah kami jalani, ternyata tidak juga, dan Abigail terlihat sangat enjoy sekali, dan memiliki banyak teman-teman di sana, dari mulai yang bule, orang india, orang thailand, orang singapore, orang melaka dan orang malaysia.

Khusus tentang Abigail, yang kami perhatikan, sepertinya dia mewarisi sifat Sanguin-nya mamanya, Lyly, karna di setiap tempat yang kami singgahi, Abigail begitu cepat akrab dengan orang-orang baru, dan terkadang Abigail yang memulai dulu pertemanan dengan cara mendekati anak-anak atau orang-orang tersebut, kami berdua hanya memperhatikannya dengan tersenyum… :)

Well…berikut ini cerita selengkapnya tentang perjalanan kami, yang bertepatan dengan ulang tahun ku yg ke -32 (wow..ternyata udah tua nih hehhehehe), perjalanan ini memang telah kami rencanakan hampir 1 tahun yang lalu, tepatnya bulan November 2008, saat maskapai AirAsia memberikan promo 0 (nol) rupiah, akhirnya membuat kami bisa menikmati perjalanan ke-3 negara ini dengan harga tiket pesawat hanya Rp 1,8 juta pp.

Day 1 : 26 Agustus 2009 :: JAKARTA - KUALA LUMPUR
Hari itu kami bangun jam 07.00 wib, setelah mandi dan membalas ucapan selamat ulang tahun yang masuk ke account facebook-ku (thank you all utk ucapan and wishes-nya), kami pun sarapan nasi goreng yang telah disediakan. Selesai sarapan kami pun siap-siap untuk ke bandara, segera gua ke depan jalan, mencari taxi, setelah ditunggu sekitar 15 menit dapat juga taxi yang akan mengantarkan kami ke Airport Soekarno-Hatta. Tepat jam 09.30 kami pun berangkat ke Bandara, sesampai di depan Emporium Pluit, Lyly memberitahukan bahwa ada yang kelupaan, yakni Stroller-nya Abigail, langsung aja kami minta supir Taxi untuk putar balik dan balik ke rumah untuk mengambilnya, untuk pagi itu jalanan tidak terlalu macet, jam di tangan baru menunjukan jam 10.00 wib, sambil perjalanan balik ke rumah, Lyly menelpon suster, memberitahukan kami ketinggalan Stroller Abigail, dan minta disiapkan, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di rumah, segera gua ambil Stroller yang ada, segera minta supir Taxinya untuk balik ke Bandara, saat itu keadaan jalan di Tanjung Duren mulai macet, akhirnya kami pun menuntun supir taxi menggunakan jalan pintas yang ada, dan setelah keluar, taxi pun segera masuk ke Tol Dalam Kota di pintu Tol Jelambar.

Well….akhirnya sampai juga di Bandara, jam tepat menunjukan jam 11.15 hm….,untung ga telat, langsung kami segera check-in, setelah itu kami pun mengurus bebas fiskal di counter yang ada, dokumen untuk mengurus bebas fiskal ini sangat mudah yakni, cukup fotocopy kartu NPWP dan kartu Keluarga dan siapkan Passport kita, dan petugas pun memeriksa dan membubuhkan cap tanda bebas fiskal.

Setelah selesai, kami pun segera menuju ke tempat pemeriksaan imigrasi, saat melakukan check-in, petugas airasia memberikan kartu imigrasi, kartu tersebut pun kami isi sebelum antri untuk pemeriksaan imigrasi, tidak membutuhkan waktu lama kami pun segera menuju ke ruang tunggu yang ada.

Setelah menunggu beberapa saat di ruang tunggu, akhirnya keluar juga pengumuman dari petugas bahwa penumpang diminta untuk naik ke pesawat, kami segera naik, ternyata hari itu penerbangan AirAsia Jakarta - Malaysia menggunakan armada baru yakni AirBus A320 dan penumpangnya pun tidak terlalu banyak, tepat jam 12.30 wib pesawat pun berangkat menuju ke Terminal LCC - Malaysia.

Sebelum pesawat take off, Lyly segera menyusui Abigail agar telinganya tidak sakit, dan setelah diberikan ASI oleh Lyly, Abigail pun bermain sebentar terus tertidur dengan lelapnya hingga sampai di Malaysia.

Seperti yang sudah diketahui bahwa selama penerbangan ini AirAsia tidak menyediakan makanan dan minuman untuk penumpangnya, dan tidak diizinkan juga membawa makanan dan minuman dari luar, berhubung waktu sudah menunjukan jam makan siang, akhirnya kami pun memesan makanan yang disediakan untuk makan siang kami berdua, karna masih tidak terlalu lapar, kami pun memesan satu porsi saja.

Kira-kira pukul 15.25 waktu Malaysia, kami mendarat di Terminal LCC - Malaysia, dan kondisi saat itu sangat berawan sekali, sepertinya akan terjadi hujan besar.

sekilas pandangan tentang terminal LCC ini memang tidak sebagus terminal Soekarno-Hatta, pas kami sampai disana-sini masih terlihat renovasi yg dilakukan, setelah melewati pemeriksaan pintu deteksi swine flu dan imigrasi, kami pun menuju ke pemeriksaan bagasi dengan x-ray, tapi ada satu hal yang lucu petugas yang ada bertanya dari mana (karna kebetulan saat antri di imigrasi ternyata banyak sekali penumpang pesawat lain dari berbagai tempat juga tiba), saat Lyly bilang dari Indonesia, eh…kami tidak perlu memberikan koper kami untuk diperiksa x-ray, petugas yang ada menyuruh untuk lewat aja, sedangkan yang lain kami perhatikan diharuskan menaruh kopernya di x-ray yang ada.

Well…setelah itu kami segera mencari counter bus Sky-Bus yang akan membawa ke KL Central, akhirnya ketemu juga dengan counter bus Sky-Bus, setelah membayar RM 18 untuk 2 tiket, kami pun segera menuju ke bus yang ternyata sudah hampir penuh.

Sepanjang perjalanan ke KL Central, terbentang perkebunan kelapa sawit, akhirnya kira-kira jam 16.30 bus pun sampai di KL Central, dan cuaca terlihat mendung. Kami pun segera turun dan mencari counter taxi untuk membawa kami ke Tune Hotel di Jl. Tuanku Abdul Rahman,sesampai di counter taxi, ternyata menurut penjaganya taxi udah pada pulang ke pool, karna hari sudah sore dan udah mau hujan besar, dan kami disarankan untuk naik ke lantai 2, mungkin di sana masih ada taxi, tp kami akhirnya memutuskan untuk jalan ke depan, dan menunggu taxi di halte dekat jalanan. Pas kami sampai di halte, hujan pus turun dengan derasnya, untuk ada halte untuk kami berteduh, sambil menunggu taxi yg mau mengantarkan kami ke hotel.

Setelah kurang 3 kali menawar taxi, akhirnya ada juga taxi yang mau membawa kami ke Tune Hotel dan memakai meter(argo), walaupun awalnya supir taxi-nya bingung dimana letak Tune Hotel, beruntung sebelumnya aku telah print denah lokasi Tune Hotel, dan kami pun segera ke berangkat. Sepanjang perjalanan ke Tune Hotel, kami bercakap-cakap dengan supir taxi yang keturunan orang india, dan ternyata di Kuala Lumpur sudah beberapa hari hujan setiap sore hari, sedangkan di Jakarta sendiri panasnya bukan main. Akhirnya kami sampai juga di Tune Hotel, beruntung ada Lyly yang cermat memperhatikan jalan, karna Lyly yang pernah kali melihat Hotel Tune-nya, karna supir Taxi nya masih bingung juga ternyata (hehehhe).


Well, sesampai di Tune Hotel, kami pun segera mandi, dan setelah itu pergi mencari makan malam, berhubung karna masih gerimis, akhirnya kami memutuskan mencari makan di sekitar Tune Hotel, sambil bertanya kepada petugas hotel untuk ke Sungai Wang mesti naik MRT dari mana, ternyata Tune Hotel letaknya hanya 5 menit jalan kaki ke stasiun MRT Medan Tuanku, dan kami pun setelah menyelesaikan makan malam kami, segera ke stasiun dan naik MRT ke Sungai Wang Plaza untuk berkeliling-keliling di sana.

Setelah puas berkeliling (sebenarnya blum puas banget, tp karna jam di tangan sudah menunjukkan pukul 21.00 lewat)

maka kami pun segera pulang ke hotel dengan naik taxi, dan berhubung jalan kami ke hotel ternyata melewati Twin Tower, maka kami pun meminta supir taxi mengantarkan kami sejenak ke sana, maklum ingin melihat seperti apa Twin Tower di kala malam hari, wow….ternyata sangat indah sekali, dengan lampu-lampunya.

Well…setelah berfoto sebentar, trus kita balik ke hotel, karna besok pagi-pagi mesti anterin tiket untuk naik ke jembatan yang menghubungkan 2 tower tersebut.

Nyoba Free WiFi access

March 26th, 2008

Malam ini gua dan istri makan malam di Restoran Putri Bali, yang merupakan satu group dengan Kemanggi dan Hay Thian, yang biasa kita pergi makan, kalo sedang pingin makan makanan ber-kuah atau bahasa kerennya shabu-shabu. Karna merupakan satu group, walaupun kita makan di Putri Bali, pelayanan memberikan daftar menu juga dari Kemanggi, sementara utk Hay Thian tidak (mgkn karna Hay Thian lebih ramai, dan susah juga masaknya nanti), akhirnya kita bisa mempunyai banyak pilihan menu makanan dari 2 restoran sekaligus, malam ini gua dan istri mencoba

  • Nasi Lemak + Kari Ayam (dr menu resto Kemanggi)
  • Nasi Katsu
  • Es Teh Manis
  • Es Putri Bali (isinya: Es Parut, Alpukat, Nangka, Kelapa Muda, Cincau, Susu, Tape, Sirup)

Secara overall, makanan yang ada terbilang ok lah….dengan harga yang tidak terlalu mahal, rata-rata di bawah 20 ribu, kita sudah bisa menikmati makanan yang rasanya cukup ok.

Sedangkan untuk minuman Es Putri Balinya, rasa susunya berasa banget bercampur dengan harum sirupnya, tidak seperti es campur di tempat lain, yang krg terasa, secara overall ok sich, dengan rata-rata harga minuman kurang dari 10 ribuan.

Btw, satu kelebihan resto ini, dibanding dengan Hay Thian, yakni menyediakan layanan Wi-Fi Free buat pengunjungnya, gua iseng-iseng cek di www.speedtest.net ternyata mereka menggunakan layanan internet dari PT. First Media, setelah ditest, lumayan untuk download speed sekitar 700-an kbps dan upload sekitar 100-kb, baik itu IIX maupun International (g cuma coba ke Singapore)

Melihat persaingan bisnis kuliner ini, tidak heran, berbagai cara dilakukan oleh pemilik resto untuk menarik pengunjung, salah satunya menyediakan layanan internet gratis. Ehmmmm…. kalo kantor gua mati listrik, bisa jadi salah satu alternatif untuk bisa tetap in-NET nih :) soalnya jarak kantor ke sini, cuma sekitar 10-15 menit aja :)

Next Page »
  • RSS
  • Journey of 2 heart - Sun An & Lylyana
    All contents are Copyright (c) 2007 - 2be1forever.com

    About Us | Our Love Story | Photo Album | Guest Book | Our Journey | Wedding Invitation