Icon my2be1forever
Please wait ...

Online User

Your Message


JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 4th Day

October 6th, 2009

Day 4 : 29 Agustus 2009 :: Melaka - Singapore
Hari ini tujuan kami ke Singapore. Setelah mandi dan membungkus sarapan yang disediakan oleh hotel untuk Abigail, kami pun menunggu taxi yang telah kami pesan sehari sebelumnya untuk mengantarkan kami ke Melaka Sentral, yakni terminal bus di Melaka untuk bertolak ke Singapore. Bis akan berangkat jam 07.30 setelah ditunggu-tunggu taxi yang ada datang juga, sekitar jam 07.15 wib, waktu kami tiba ternyata tinggal kami yang masih ditunggu sopir bus, kami telat 5 menit :( karna taxi yg ada kelamaan datangnya.

Well…untung ga ditinggal, segera kami naik ke bus, dan perjalanan ke Singapore dari Malaka ditempuh sekitar 3,5 jam, sopir bus 707 Melaka Express yang kami tumpangin tidak terlalu ramah, awalnya kami pikir karna kami telat, ternyata kami perhatikan sikapnya sama juga ke semua penumpang yang ada. Perjalanan ke Singapore ini akan melewati imigrasi Malaysia dan Singapore. Kira-kira jam 10.00 kami pun tiba di Imigrasi malaysia, koper yang ada tidak perlu dibawa turun, ditinggal di bus saja, cukup bawa passport dan kartu imigrasi yang dikasih waktu kedatangan. Setelah passport dicap oleh petugas imigrasi,kami pun segera menuju ke tempat bus yg telah menunggu.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali, sekitar kira-kira 8 menit, kami pun sampai di imigrasi Singapore, kali ini semua barang bawaan yang ada harus diturunkan untuk diperiksa di bea cukai singapore, dan passport yang ada akan dicap oleh petugas imigrasi Singapore dan mengisi kartu kedatangan. Setelah selesai kita akan melewati pemeriksaan X-Ray terhadap barang-barang yang kita bawa, setelah melewati proses ini, selanjutnya kita naik bus lagi.Bus yang kami tumpangi, awalnya akan berhenti di Lavender, tetapi ternyata supir bus yang ada yang ada menurunkan penumpangnya di Bugis Junction, di Queen Road, kami pun akhirnya turun di Bugis Junction, dan memberitahukan kepada Johan dan Shan Ling yang awalnya mau menjemput di Lavender bahwa tempatnya pindah ke Bugis Junction.Sambil menunggu Johan dan Shan Ling, kami pun mampir ke Bugis Junction sambil mencari minuman untuk mengisi kerongkongan yg telah haus banget. Setelah beberapa saat kemudian, Johan dan Shan Ling pun tiba, dan kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Bugis Junction untuk melihat-lihat barang yang ada, dan selanjutnya ke Link Hotel yg terletak di Tiong Baru untuk Check In. Sesampai di Link hotel sekitar jam 13.00 dan karna saat itu kamar belum ready, dan waktu check-in seharusnya jam 14.00, akhirnya kami menitipkan bagage kami, dan kami mampir ke supermarket di Tiong Bahru Plaza yang terdekat untuk membeli pampers buat Abigail dan dilanjutkan dengan makan siang di Kopitiam (Food Court).

Di Kopitiam tersebut ternyata terdapat juga tempat bermain untuk anak-anak, jadi setelah gua makan,gua pun mengajak Abigail ke situ, di saat sedang bermain, Abigail diganggu oleh anak Singapore, untung orang tuanya akhirnya memarahi anak tersebut, ada-ada aja.

Selesai makan siang, kami pun balik ke Link Hotel, setelah membereskan barang-barang, selanjutnya kami diajak Johan dan Shan Ling ke Orchard Road, untuk mampir ke Royal Palace Hotel, dimana di Lobby hotel tersebut terdapat miniatur Mobil Ferari yang terbuat dari bahan Roti, yup benar, di sana terdapat 1 buah miniatur mobil Ferari yang dibuat dari roti, berhubung nanti bulan September, di Singapura akan digelarlomba balap mobil F1-Night Race.

Setelah berfoto di depan miniatur mobil Ferari ini, kami pun melanjutkan perjalanan dengan Monorail ke Patung Singa yang menjadi lambang negara Singapora, sepanjang perjalanan ke sana, kami mampir ke Museum, kemudian berfoto-foto di patung singa dan esplanade theater building.

Kira-kira sekitar jam 18.00 kami pun ke Marina Square untuk makan malam di sana, setelah itu kami pergi ke China Town melihat aneka barang yang ada dan mencicipi onde-onde di sana.

Well…selesai juga wisata kami di Singapore, dan kami pun balik ke hotel, karna besok pagi kami akan ke Bangkok, Thailand.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 3rd Day

October 6th, 2009

Day 3 : 28 Agustus 2009 :: Genting - Melaka
Pagi itu kami bangun sekitar jam 07.00, setelah mandi kami pun turun ke lantai 3 untuk breakfast, ternyata sudah ramai sekali.

Menu breakfast yang disediakan ternyata banyak sekali, Lyly pergi mengambil breakfast sementara gua menjaga Abigail, tidak berapa lama Lyly pun datang dgn breakfast kami, setelah menyantap breakfast-ku,

aku keliling melihat-lihat aneka hidangan yang ada, dan melihat juru masak yg memasak setiap makanan yg ada, jadi konsep resto/tempat makanannya adalah open, yakni dimana kita bisa melihat para juru masaknya memasak makanan yang ada.

Setelah sarapan, kami pun segera mengambil barang-barang kami dan menuju ke tempat Sky Train yang akan membawa kami untuk turun ke terminal bus yang ada, dan selanjutnya naik bus dari Genting ke Terminal Bus Puduraya.

Setelah sampai di terminal bus, kami pun membeli tiket bus dari Genting ke Terminal Puduraya, setelah menunggu tidak begitu lama, akhirnya bus yang ada pun berangkat (benar-benar ontime), perjalanan ke terminal bus puduraya ditempuh kira-kira 1,5 jam, sesampai di terminal puduraya kami pun segera membeli tiket bus Transnational. Bus ini merupakan bus bertingkat, perjalanan ke Melaka dari Puduraya ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Bus berangkat dari Terminal Pudu Raya jam 12.00, akhirnya sekitar jam 14.30 kami pun sampai di Stasiun Melaka, sebelum meninggalkan stasiun menuju Hotel Puri yg telah kami booking dari Jakarta, kami pun ke counter Bus 707 Melaka Express untuk memesan tiket buat besok hari ke Singapore. Setelah mendapatkan tiket bus, kami pun segera mencari Taxi, satu hal ternyata Taxi di Melaka tidak memakai argo (meter), jadi setelah tawar-menawar kami pun mendapatkan taxi untuk mengantar kami ke Hotel Puri dengan harga RM 12.

Setelah check in di Hotel Puri yang merupakan salah satu tempat shooting film Little Nyonya yang merupakan drama yang bercerita tentang Cina Peranakan, kami berkeliling sebentar di hotel tersebut, sambil gua men-charge baterai kamera yang sudah mau habis.

Hotel Puri - Melaka

Setelah itu kami pun segera menuju ke Baba Nyonya Heritage, sayang saat masuk ke dalamnya, tidak diperbolehkan memotret, padahal di dalamnya sangat bagus sekali, banyak peninggalan cina peranakan, seperti piring, baju-baju kuno, ranjang, baju pengantin, uang, dll.

Dan jam sudah menunjukan pukul 16.30, padahal kami belom sedikit pun makan siang, maka kami segera mencari tempat makan chicken rice ball seperti yang sudah di survei lyly sebelum kami berangkat, dan ternyata tempatnya dekat sekali dari baba nyonya herritage. Nama tempat itu adalah Mallaca Jonker Street Chicken Rice Ball, disana kami memesan chicken Rice Ball, Nyonya Pongteh Chicken, Fried Roast Pork. Dan semua nya bener2 top banget rasanya, Fried Roast Porknya, memiliki rasa yg unik, dimana menurut lyly, sebelum di goreng pasti di marrinate terlebih dahulu dengan arak/wine. begitu juga dengan nyonya pongteh chickcen, dimana penampakannya mirip dengan semur, tapi dari rasa jelas berbeda jauh. pokoknya highly recomended.

Restoran Jonker Street Chicken Rice - Melaka

Setelah itu kami pun menuju ke Gereja Christ Church Malaka yang seluruh bangunannya berwarna merah.

Gereja Christ Church Melaka

Kemudian kami pun ke Benteng Tua yang ada di Melaka, naik ke atas dan berfoto sambil menikmati pemandangan yang ada.

Benteng Tua Melaka

Setelah selesai melihat pemandangan dari atas Benteng yang ada, akhirnya kami pun berasa capai, dan turun kembali, dan mampir ke toko Lao Qian Ice Cafe untuk minum es duren yang rasanya, yummy banget. Setelahnya kami pun berbelanja oleh-oleh makanan khas Melaka di toko San Shu Gong.

Setelah itu kami mencoba naik becak hias yang ada di Melaka untuk membawa kami ke Menara Taming Sari yang ada di Melaka, dan setelah membeli tiket kami pun masuk ke menara Tamang Sari tersebut dan mengambil tempat duduk, sambil menunggu menaranya naik ke atas.

Dari atas Menara Tamang Sari ini terlihat kota Melaka, sungguh indah sekali permandangan yang ada.

Menara Taming Sari - Melaka

Setelah itu kami pun menghabiskan malam itu dengan menyusuri Jonker Walk, seperti chinatown, di Jonker Walk ini terdapat banyak sekali penjual kaki lima yg menjual berbagai aneka barang, baju dan makanan khas Melaka. Oya, Jonker Walk ini adanya cuma setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, beruntung kami sampai di sana hari Jum’at. Kami memilih menu makanan laksa sebagai makan malam kami malam itu, woww…laksanya hmmm….maknyus…bayangkan 2 mangkok laksa plus nasi serta bakso, cuma 9 RM (Rp 27.000) aja, murah kan.

Seabis makan kami pun melanjutkan perjalanan kami menyusuri Jonker walk ini sambil melihat aneka barang yang dijual, dari pakaian, hiasan, dll. Oya, kota Melaka ini memang sepertinya diatur oleh pemerintah Malaysia menjadi kota dengan objek wisata jaman dulu, selain itu bagi para orang-orang tua, Melaka merupakan tempat untuk bersantai dan berkumpul dengan orang-orang seusia, karna saat kami jalan-jalan di Jonker Walk,kami melihat ada kumpulan orang-orang tua berdansa di satu rumah, selain itu terdapat panggung karaoke, dimana yang menyanyi adalah para orang-orang tua yang ada, sungguh merupakan kota yang indah bagi orang-orang tua untuk bersantai.

Setelah puas berkeliling, kami pun balik ke hotel karna besok pagi jam-jam 07.00 kami sudah mesti ke Melaka Sentral untuk naik bus ke Singapore.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 2nd Day

September 28th, 2009

Day 2 : 27 Agustus 2009 :: KUALA LUMPUR - GENTING
Pagi ini, kami check out dari Tune Hotel jam 07.30 lebih awal dari waktu normal yakni 10.00,hal ini karna kami ingin jalan-jalan dulu sebelum siangnya kami berangkat ke Genting. Setelah check-out, kami pun menitipkan bagage kami di hotel dengan membayar RM 2/koper untuk sepanjang hari. Setelah itu kami pun segera mencari Taxi menuju ke Menara Petronas, memang tidak mudah mencari Taxi di KL saat pagi, karna banyak yang tidak mau menggunakan argo(meter), mgkn dikarenakan jarak dari Tune Hotel ke Menara Petronas memang tidak begitu jauh, tapi akhirnya kami dapatkan juga Taxi yang mau memakai argo.

Sekitar jam 8 pagi kami pun tiba kembali di Menara Petronas, dan setelah bertanya ke petugas yang ada dimana tempat untuk mengantri tiket untuk naik ke Skybridge Menara Petronas, akhirnya kami temukan juga tempat antriannya,yang terletak di Lower Ground, wow….ternyata sudah ramai sekali yang mengantri, dan dari LCD pengumuman yang ada ternyata loket baru dibuka jam 08.30, jadinya gua yang antri, sementara itu Lyly dan Abigail menunggu sambil jalan-jalan di pusat perbelanjaan Suria KLCC yg terletak pada gedung yg sama. Kira-kira jam 09.15, giliran gua pun tiba untuk mendapatkan tiket, saat itu petugas yg ada menawarkan apakah mau ambil yg jam 09.45, langsung saja gua iyakan, karna dengan begitu kami tidak perlu menunggu terlalu lama, dan dari itu bisa melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya.

Setelah mendapatkan tiket, segera gua mencari Lyly dan Abigail, dan kami pun segera masuk ke ruang tunggu, di ruangan ini terdapat semua informasi tentang Menara Petronas, mulai dari video pembuatannya, dan lain-lain. Akhirnya tiba juga giliran kami dipanggil masuk, sebelum naik ke atas semua pengunjung diberikan bagde ID serta kaca mata 3D dan masuk ruangan 3D yang menampilkan film ttg Menara Petronas ini. Setelah selesai nonton film 3D kami pun melalui pintu x-ray (seperti yg terdapat di bandara) untuk men-screening semua barang bawaan kami, oya karna kami membawa baby stroller, disediakan semacam loker untuk menitipkan baby stroller. Akhirnya bersama dengan pengunjung lainnya, rombongan kami pun diantar oleh 3 org petugas untuk naik lift ke lantai 41, dimana terdapat jembatan penghubung ke 2 menara petronas, bayangkan untuk naik ke Lantai 41 hanya memerlukan waktu 1 menit saja…woww..sungguh cepat sekali. Well….finally sampai juga di lantai 41, kami diberikan waktu sekitar 10 menit untuk berfoto sejenak di jembatan penghubung di antara 2 menara, hehhee rasanya senang sekali, karna selama ini cuma melihat di gambar majalah atau iklan TV, sekarang ini merasakan sendiri ada di Lantai 41 Menara Petronas yang menjadi lambang kebanggaan negara Malaysia, ehm…gimana dengan negara kita ya, kalo Petronas bisa buat Menara setinggi itu, gimana dengan Pertamina ya ….. ehmm…..

Dari jembatan ini, kita bisa melihat kota Kuala Lumpur dengan jelas, petugas yg ada pun dengan ramahnya mau membantu kita berfoto, dan menjelaskan ttg Menara Petronas ini. Tak terasa, waktu yg diberikan pun selesai sudah, kami pun kembali diantarkan ke lift utk turun.

Setelah berkunjung di Menara Petronas, kami pun ke pusat perbelanjaan Suria KLCC untuk mencari makanan, berhubung perut ini udah minta diisi, setelah cari sana-sini akhirnya kami ketemu dengan KFC, waktu kami mau pesan ternyata ada sesuatu yang beda dgn KFC yg ada di Indonesia, yakni sebelum jam 11.00 KFC di sana hanya menjual menu makan pagi, padahal saat itu sudah jam 10.30, tetapi tetap aja pelayanannya bilang ga bisa, itu hanya untuk jam 11.00, akhirnya kami pun pergi mencari makanan di tempat lain, di cold storage yang terletak di seberang KFC, dimana Cold Storage ini seperti Carefour di indo, dan disana Lyly membeli sosis kesukaannya dan gua membeli fish ball untuk sekedar untuk menganjar perut ini. Sekitar jam 11.00 kami balik lagi ke KFC untuk memesan soup untuk Abigail.

Setelah selesai makan, kami pun mencoba naik LRT, kali ini tujuan kami adalah ke Petaling Street (China Town), di sana kami berkeliling melihat aneka barang-barang yg ada, di Petaling Street kami sempat membelikan mainan kereta kencana utk Abigail serta membeli magnet tempelan kulkas bergambar Menara Petronas(kebetulan kami memang mengkoleksi magnet tempelan kulkas dari berbagai negara).

Setelah puas berjalan-jalan di Petaling Street, kami segera kembali ke Tune Hotel, kali ini dengan menggunakan Monorail untuk meneruskan perjalanan ke Genting dengan bus Go Genting dari KL Central.Sampai di Hotel, kami segera mengambil koper kami, sebenarnya kami bisa menggunakan Monorail untuk Ke KL Central, namun karna kaki ini yang udah pegel banget, kami akhirnya memutuskan menggunakan taxi saja untuk ke KL Central, sesampai di KL Central, kami pun segera membeli tiket bus ke Genting.

Perjalanan ke Genting dari KL Central ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan Bus Go Genting, yang dilanjutkan kemudian dengan naik Kereta Gantung. 1 buah kereta gantung memuat sekitar 3-4 orang, kami saat itu satu kereta dengan salah satu supir tur guide yg ada, sepanjang perjalanan dengan Kereta Gantung ini, kami banyak bertanya dan bertukar cerita dgn supir tur guide ini, bapak ini kebetulan menginap di hotel yang sama dgn kami, yakni First World Hotel, bapak ini juga yg mengantarkan kami sampai di First World Hotel, karna ternyata setelah turun dari Kereta Gantung, untuk sampai ke First World Hotel harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki melewati setiap permainan yg ada di dalam kawasan Genting ini, beruntung ada bapak ini yg mengantarkan kami. Sesampai di First World Hotel, Lyly dan Abigail menunggu di ruang tunggu yang ada, sementara gua pergi ke Counter Customer service untuk mendapatkan nomor antrian untuk check-in, tak begitu lama nomor antrianku dipanggil, dan segera gua menuju ke counter yg ada, dan setelah mendapatkan kartu access dan kupon breakfast untuk 2 org, gua pun segera mengajak Lyly dan Abigail menuju kamar kami.

Setelah membereskan barang-barang bawaan kami, kami pun mandi dan setelah itu segera turun untuk mencari tiket bus ke Melaka, karna dari info yang didapat Lyly sebelumnya, ada bus yg langsung berangkat ke Melaka dari Genting ini, akhirnya ketemu juga dengan counter bus yg ada, namun sayangnya jam keberangkatannya sore banget, yakni jam 15.00, karna kami cuma 1 malam di Melaka, akhirnya kami memutuskan untuk besok pagi-pagi kami akan turun dari Genting, dan menuju ke Terminal Bus Puduraya untuk selanjutnya naik bus dari sana ke Melaka.

Well…setelah puas jalan-jalan menyusuri setiap toko dan tempat permainan yang ada, kami pun balik ke kamar untuk istirahat, karna besok pagi-pagi kami akan berangkat ke Melaka.

JKT-MALAYSIA-SINGAPORE-THAILAND : 1st Day

September 16th, 2009

Akhirnya tiba juga saat untuk mengupdate blog ini dengan cerita perjalanan kami sekeluarga ke 3 negara yakni Malaysia, Singapore dan Thailand. Ini merupakan perjalanan kami sekeluarga pertama kali ke luar negeri, banyak teman-teman yang sempat heran juga, bahwa ini perjalanan pertama kami keluar negeri dan berani membawa anak kami, Abigail yang baru berusia 14 bulan, apa tidak repot nantinya…., tapi setelah kami jalani, ternyata tidak juga, dan Abigail terlihat sangat enjoy sekali, dan memiliki banyak teman-teman di sana, dari mulai yang bule, orang india, orang thailand, orang singapore, orang melaka dan orang malaysia.

Khusus tentang Abigail, yang kami perhatikan, sepertinya dia mewarisi sifat Sanguin-nya mamanya, Lyly, karna di setiap tempat yang kami singgahi, Abigail begitu cepat akrab dengan orang-orang baru, dan terkadang Abigail yang memulai dulu pertemanan dengan cara mendekati anak-anak atau orang-orang tersebut, kami berdua hanya memperhatikannya dengan tersenyum… :)

Well…berikut ini cerita selengkapnya tentang perjalanan kami, yang bertepatan dengan ulang tahun ku yg ke -32 (wow..ternyata udah tua nih hehhehehe), perjalanan ini memang telah kami rencanakan hampir 1 tahun yang lalu, tepatnya bulan November 2008, saat maskapai AirAsia memberikan promo 0 (nol) rupiah, akhirnya membuat kami bisa menikmati perjalanan ke-3 negara ini dengan harga tiket pesawat hanya Rp 1,8 juta pp.

Day 1 : 26 Agustus 2009 :: JAKARTA - KUALA LUMPUR
Hari itu kami bangun jam 07.00 wib, setelah mandi dan membalas ucapan selamat ulang tahun yang masuk ke account facebook-ku (thank you all utk ucapan and wishes-nya), kami pun sarapan nasi goreng yang telah disediakan. Selesai sarapan kami pun siap-siap untuk ke bandara, segera gua ke depan jalan, mencari taxi, setelah ditunggu sekitar 15 menit dapat juga taxi yang akan mengantarkan kami ke Airport Soekarno-Hatta. Tepat jam 09.30 kami pun berangkat ke Bandara, sesampai di depan Emporium Pluit, Lyly memberitahukan bahwa ada yang kelupaan, yakni Stroller-nya Abigail, langsung aja kami minta supir Taxi untuk putar balik dan balik ke rumah untuk mengambilnya, untuk pagi itu jalanan tidak terlalu macet, jam di tangan baru menunjukan jam 10.00 wib, sambil perjalanan balik ke rumah, Lyly menelpon suster, memberitahukan kami ketinggalan Stroller Abigail, dan minta disiapkan, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di rumah, segera gua ambil Stroller yang ada, segera minta supir Taxinya untuk balik ke Bandara, saat itu keadaan jalan di Tanjung Duren mulai macet, akhirnya kami pun menuntun supir taxi menggunakan jalan pintas yang ada, dan setelah keluar, taxi pun segera masuk ke Tol Dalam Kota di pintu Tol Jelambar.

Well….akhirnya sampai juga di Bandara, jam tepat menunjukan jam 11.15 hm….,untung ga telat, langsung kami segera check-in, setelah itu kami pun mengurus bebas fiskal di counter yang ada, dokumen untuk mengurus bebas fiskal ini sangat mudah yakni, cukup fotocopy kartu NPWP dan kartu Keluarga dan siapkan Passport kita, dan petugas pun memeriksa dan membubuhkan cap tanda bebas fiskal.

Setelah selesai, kami pun segera menuju ke tempat pemeriksaan imigrasi, saat melakukan check-in, petugas airasia memberikan kartu imigrasi, kartu tersebut pun kami isi sebelum antri untuk pemeriksaan imigrasi, tidak membutuhkan waktu lama kami pun segera menuju ke ruang tunggu yang ada.

Setelah menunggu beberapa saat di ruang tunggu, akhirnya keluar juga pengumuman dari petugas bahwa penumpang diminta untuk naik ke pesawat, kami segera naik, ternyata hari itu penerbangan AirAsia Jakarta - Malaysia menggunakan armada baru yakni AirBus A320 dan penumpangnya pun tidak terlalu banyak, tepat jam 12.30 wib pesawat pun berangkat menuju ke Terminal LCC - Malaysia.

Sebelum pesawat take off, Lyly segera menyusui Abigail agar telinganya tidak sakit, dan setelah diberikan ASI oleh Lyly, Abigail pun bermain sebentar terus tertidur dengan lelapnya hingga sampai di Malaysia.

Seperti yang sudah diketahui bahwa selama penerbangan ini AirAsia tidak menyediakan makanan dan minuman untuk penumpangnya, dan tidak diizinkan juga membawa makanan dan minuman dari luar, berhubung waktu sudah menunjukan jam makan siang, akhirnya kami pun memesan makanan yang disediakan untuk makan siang kami berdua, karna masih tidak terlalu lapar, kami pun memesan satu porsi saja.

Kira-kira pukul 15.25 waktu Malaysia, kami mendarat di Terminal LCC - Malaysia, dan kondisi saat itu sangat berawan sekali, sepertinya akan terjadi hujan besar.

sekilas pandangan tentang terminal LCC ini memang tidak sebagus terminal Soekarno-Hatta, pas kami sampai disana-sini masih terlihat renovasi yg dilakukan, setelah melewati pemeriksaan pintu deteksi swine flu dan imigrasi, kami pun menuju ke pemeriksaan bagasi dengan x-ray, tapi ada satu hal yang lucu petugas yang ada bertanya dari mana (karna kebetulan saat antri di imigrasi ternyata banyak sekali penumpang pesawat lain dari berbagai tempat juga tiba), saat Lyly bilang dari Indonesia, eh…kami tidak perlu memberikan koper kami untuk diperiksa x-ray, petugas yang ada menyuruh untuk lewat aja, sedangkan yang lain kami perhatikan diharuskan menaruh kopernya di x-ray yang ada.

Well…setelah itu kami segera mencari counter bus Sky-Bus yang akan membawa ke KL Central, akhirnya ketemu juga dengan counter bus Sky-Bus, setelah membayar RM 18 untuk 2 tiket, kami pun segera menuju ke bus yang ternyata sudah hampir penuh.

Sepanjang perjalanan ke KL Central, terbentang perkebunan kelapa sawit, akhirnya kira-kira jam 16.30 bus pun sampai di KL Central, dan cuaca terlihat mendung. Kami pun segera turun dan mencari counter taxi untuk membawa kami ke Tune Hotel di Jl. Tuanku Abdul Rahman,sesampai di counter taxi, ternyata menurut penjaganya taxi udah pada pulang ke pool, karna hari sudah sore dan udah mau hujan besar, dan kami disarankan untuk naik ke lantai 2, mungkin di sana masih ada taxi, tp kami akhirnya memutuskan untuk jalan ke depan, dan menunggu taxi di halte dekat jalanan. Pas kami sampai di halte, hujan pus turun dengan derasnya, untuk ada halte untuk kami berteduh, sambil menunggu taxi yg mau mengantarkan kami ke hotel.

Setelah kurang 3 kali menawar taxi, akhirnya ada juga taxi yang mau membawa kami ke Tune Hotel dan memakai meter(argo), walaupun awalnya supir taxi-nya bingung dimana letak Tune Hotel, beruntung sebelumnya aku telah print denah lokasi Tune Hotel, dan kami pun segera ke berangkat. Sepanjang perjalanan ke Tune Hotel, kami bercakap-cakap dengan supir taxi yang keturunan orang india, dan ternyata di Kuala Lumpur sudah beberapa hari hujan setiap sore hari, sedangkan di Jakarta sendiri panasnya bukan main. Akhirnya kami sampai juga di Tune Hotel, beruntung ada Lyly yang cermat memperhatikan jalan, karna Lyly yang pernah kali melihat Hotel Tune-nya, karna supir Taxi nya masih bingung juga ternyata (hehehhe).


Well, sesampai di Tune Hotel, kami pun segera mandi, dan setelah itu pergi mencari makan malam, berhubung karna masih gerimis, akhirnya kami memutuskan mencari makan di sekitar Tune Hotel, sambil bertanya kepada petugas hotel untuk ke Sungai Wang mesti naik MRT dari mana, ternyata Tune Hotel letaknya hanya 5 menit jalan kaki ke stasiun MRT Medan Tuanku, dan kami pun setelah menyelesaikan makan malam kami, segera ke stasiun dan naik MRT ke Sungai Wang Plaza untuk berkeliling-keliling di sana.

Setelah puas berkeliling (sebenarnya blum puas banget, tp karna jam di tangan sudah menunjukkan pukul 21.00 lewat)

maka kami pun segera pulang ke hotel dengan naik taxi, dan berhubung jalan kami ke hotel ternyata melewati Twin Tower, maka kami pun meminta supir taxi mengantarkan kami sejenak ke sana, maklum ingin melihat seperti apa Twin Tower di kala malam hari, wow….ternyata sangat indah sekali, dengan lampu-lampunya.

Well…setelah berfoto sebentar, trus kita balik ke hotel, karna besok pagi-pagi mesti anterin tiket untuk naik ke jembatan yang menghubungkan 2 tower tersebut.

  • RSS
  • Journey of 2 heart - Sun An & Lylyana
    All contents are Copyright (c) 2007 - 2be1forever.com

    About Us | Our Love Story | Photo Album | Guest Book | Our Journey | Wedding Invitation