Sekitar bulan September 2010, Lyly memberikan ide untuk ke Universal Studio Singapore. Memang salah satu wahana rekreasi baru yang terletak di Sentosa Island – Singapore ini baru dibuka tahun ini, memang mengundang rasa penasaran banyak orang untuk ke sana. Akhirnya setelah direncanakan lagi dengan seksama, akhirnya di dapat tanggal keberangkatannya yakni tanggal 5 – 9 November 2010, dengan menumpang pesawat Tiger Airways, yang merupakan pengalaman pertama kami menggunakan maskapai ini.

Hari 1: Jumat, 5 November 2010

Hari itu pesawat dijadwalkan take off sekitar jam 20:05 dari Bandara Soekarno – Hatta menuju Budget Terminal Singapore, setelah menempuh perjalanan yang cukup mendebarkan karna kondisi Jakarta yang bertepatan dengan hari Jumat dan pas jam pulang kantor, akhirnya setelah melewati kemacetan kota Jakarta sekitar jam 6 kami tiba juga di airport, setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam-an. Segera kami ke counter Tiger Airways untuk check-in, ternyata sesampai di sana, antrian yang ada sudah lumayan panjang dan dibagi menjadi 2 lajur.

Setelah ditunggu beberapa lama, akhirnya giliran kami melakukan check-in untuk mendapatkan boarding pass dan membayar airport tax Rp 150.000 per orang. Saat membayar airport tax ini sebenarnya gua teringat saat membaca berita di detikcom bahwa airport tax yg ada harusnya diturunkan karna waktu itu sempat digugat dan dimenangkan class actionnya, tetapi kok di bandara tetap tertera mesti membayar sebesar Rp 150 ribu per orang, bukannya Rp 100 ribu, ehm…..jadinya gimana, ehmm ga kebayang aja berapa duit yg terkumpul dari selisih tersebut.

Airport Tax plus Bebas Fiskal yang tahun depan dihapuskan

Kemudian kami menuju Counter Bebas Fiskal, oya bagi yang mau mengklaim bebas fiscal, kalo berpergian dengan keluarga, maka jangan lupa untuk foto copy kartu keluarga yang ada dan juga foto copy NPWP yang ada, agar proses yang ada menjadi lebih cepat (tetapi untuk tahun depan 2011, katanya sudah tidak perlu membayar fiskal lagi setiap kali mau bepergian keluar negeri, ya ilah peraturan yang memang agak aneh sich, karna di berbagai negara lainnya tidak pernah ada hal seperti itu), karna waktu yang ada sudah hampir jam 7, maka kami segera menuju ke ruang tunggu ada. Sesampai di ruang tunggu, saat pemeriksaan boarding pass diberitahukan bahwa jam take-off nya ditunda sekitar 1 jam, woowww pengalaman pertama dengan Tiger Airways sudah delay 1 jam.

Dalam Pesawat Tiger Airways

Di dalam pesawat, pramugari Tiger Airways membagikan snack kecil plus minum, sepertinya sebagai kompensasi atas delay yang ada, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit, kami pun tiba di Bugdet Terminal Changi Airport – Singapore sekitar jam 23:30 waktu setempat, setelah mengambil bagasi di Baggage Claim, kami pun segera naik Taxi ke Tampines Street, di apartemen teman kami Johan dan Shan ling, dimana kami akan nginap di sana.

Tempat Pengambilan Bagasi – Changi Budget Terminal

Sesampai di apartemen dan menaruh bagasi yang ada, kami pun pergi makan malam, di salah satu tempat makan yg ada di dekat apartemen. Setelah itu kami pun segera pulang untuk beristirahat, karna besok harinya kami akan jalan-jalan di Singapore.

Hari 2 : Sabtu, 6 November 2010

Pagi itu kami berangkat ke IKEA Tampines untuk sarapan, sambil menunggu teman-teman Lyly yang baru akan berangkat dari Jakarta ke Singapore dengan menggunakan AirAsia, yang kira-kira sampai di Singapore sekitar jam 11.30. Seperti kunjungan kami yang sebelumnya di Agustus 2010 kemaren, kami pun kembali memesan makanan Chicken Wing, Baked Salmon with Potato, Princess Cake, karna kebetulan Johan dan Shan Ling mempunyai member card IKEA, maka kami mendapatkan gratis minuman.

Lyly dan Abigail di foodcourt IKEA – Tampines

Selesai makan, kami berpisah dengan  Johan dan Shan Ling, karna mereka akan menemui temannya di Orchard, sementara kami berkeliling IKEA sambil menunggu kedatangan teman-teman Lyly, untuk selanjutnya sama-sama berangkat ke Apartemen People Park – China Town, dan berkumpul kembali dengan Johan dan Shan Ling di sana. Setelah teman-teman Lyly datang dan makan siang di IKEA, kami pun segera berangkat ke Apartemen People Park – China Town, dimana mereka akan menginap.

Pas mau masuk ke apartemen ini, sempat terjadi insiden kecil, dimana teman-teman Lyly yang kebetulan membawa koper di minta untuk registrasi, dan memang petugas security apartemen yang ada tidak sopan, sementara owner yang menyewakan apartemennya tidak mau turun untuk menghandle, ehmmm….. memang tidak direkomendasikan untuk nginap di apartemen ini, mendingan kalo memang mau murah bisa di hostel yang bagus, memang salah satu kendala tentang akomodasi di Singapore adalah harganya yang lumayan tinggi bila dibanding dengan Malaysia atau Thailand.

Setelah semua selesai, kami pun berpisah, dimana teman-teman Lyly akan jalan-jalan melihat Patung Merlion, sementara kami jalan-jalan di tempat yang berbeda.

Dekat Marina Bay bersama Johan dan Shan Ling
Dekat Marina Bay

Kami pun hari itu menyempatkan diri untuk mampir ke Marina Bay Shopping Center, melihat-lihat Shopping Center yg baru dibuka tahun ini, yang tahun lalu saat kami ke Singapore masih dalam proses pembangunan. Di sana terdapat semacam kubah besar berbentuk setengah lingkaran yg fungsinya seperti telpon, dimana saat kita coba berkomunikasi antara satu sisi dengan sisi yg lain, maka suara yg ada akan terdengar dengan jelas.

Kubah Besar setengah lingkaran – Marina Bay
Berfoto dgn Manusia Patung di Marina Bay

Malam itu kebetulan hujan di Singapore, sehingga membuat kami tidak bisa melanjutkan jalan-jalan, maka kami pun naik bus untuk mampir ke salah satu Hawker Street Food yg ada, saat itu kami mencoba Carrot Cake, Laksa dan Mie Goreng, setelah puas makan, kami pun pulang.

Carrot Cake – Salah satu makanan di Singapore

Post comment

*

Instagram

Who's Online

3 visitors online now
1 guests, 2 bots, 0 members

Google Translator

    Translate to:

Recent Comments

Categories

Archives