Hari 2: Minggu, 15 Agustus 2010

Well, hari itu kami bangun dengan kondisi tubuh segar, dan rencananya hari ini, kami akan ke IKEA, menurut informasi yang Lyly dapat bahwa di sana ada tempat makan yang enak yakni Swedish Meatball, dengan diantar oleh Shan Ling, berhubung Johan mesti masuk kerja hari itu, kami pun segera berangkat, sebelumnya kami berjalan kaki sekitar 20 menit utk sampai di shuttle bus yg akan mengantar kami ke IKEA.

On the way ke Shuttle Bus

On the way ke Shuttle Bus

IKEA

IKEA – Home Furnishings

Akhirnya sampai juga di IKEA dan segera kami menuju ke Food Court yang terletak di dalam IKEA. IKEA itu kalo di Jakarta seperti ACE Hardware, dimana tempat ini menjual berbagai macam barang-barang kebutuhan rumah tangga. Di Foodcourt IKEA ini kami memesan Swedish Meatball yakni bakso yg terdiri dari daging sapi dan babi dan Baked Chicken Leg, kami pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan di IKEA melihat berbagai barang-barang yg ada.

depan food court

Lyly di depan Food Court

abigail di Food court

Abigail di dalam Food Court

Baked Chicken Wing

Baked Chicken Wing

Swedish Meatball

Swedish Meatball

Abigail bermain di IKEA

Abigail asyik dengan mainan di IKEA

Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan jam 12 siang, wowww….cepat banget sich waktu ini, saatnya utk kami segera pergi dari IKEA dan kembali menunggu Shuttle Bus untuk berangkat menuju ke Tampines Mall yg sempat tadi kami lewati,

Abigail di shuttle bus

Abigail menunggu bus di shuttle bus

dan setelah jalan-jalan di Tampines Mall,

dan setelah jalan-jalan di Tampines Mall,

di dalam Tampines Mall

Di Tampines Mall

di dalam Tampines Mall

Di Tampines Mall

di dalam Tampines Mall

Lyly di depan toko kue

di dalam Tampines Mall

Abigail asyik mengamati kue

kami pun segera pulang ke apartemen untuk mengambil koper dan setelah itu kami diantar oleh Shan Ling ke MRT untuk naik MRT ke Kranji Station, dimana perjalanan kami selanjutnya dilanjutkan dengan bus SBS No 170 ke Larkin Terminal Johor Bahru untuk selanjutnya ke Kuala Lumpur.

Kira-kira jam 16.00 kami pun sampai di Kranji Station setelah sebelumnya 1 kali berganti monorail, setelah turun dari Monorail, kami segera menuju ke bagian samping Kranji Station, karna disitu bus SBS 170 mangkal, sebelumnya kami mampir dulu di toko kue yang ada untuk membeli kue, untuk dimakan waktu perjalanan. Setelah itu kami segera naik ke bus SBS 170 yg telah menunggu, harga tiketnya SGD 1.8 per orang, tak berapa lama di dalam bus, bus pun segera jalan, setelah menempuh perjalanan kira-kira sekitar 15 menit kami pun sampai di pos pemeriksaan imigrasi Singapore, kami semua segera keluar dari bus dengan membawa koper dan bawaan yang ada, kemudian menuju imigrasi Singapore dan setelah passport dicap, kami pun segera menuju ke tempat bus SBS 170 mangkal, oya ticket yg dibeli jangan sampai hilang, karna bus SBS 170 yg akan ditumpangin tentunya sudah berbeda dgn sebelumnya, tetapi tenang saja busnya banyak kok, tetapi asal ticket yg ada tidak hilang, kalo tidak kita akan diminta utk bayar lagi, tak berapa lama kemudian Bus SBS 170 datang, dan kami pun naik kembali ke bus sekarang ini menuju ke Pos Imigrasi Malaysia, dan seperti sebelumnya semuanya turun, dan setelah Passport dicap kita pun kembali menunggu bus SBS 170 untuk menuju ke Larkin Terminal – Johor Bahru, oya jangan sampai salah mengantri di tempat yg disediakan, karna walaupun sama-sama bus SBS 170, tetapi ternyata rutenya bisa beda-beda.

Lyly di salah satu station

Lyly di station MRT

Akhirnya sekitar jam 17.00 kami pun sampai di Larkin Terminal – Johor Bahru, seperti yg telah kami baca sebelumnya di Internet, bahwa di terminal ini terdapat banyak calo, mereka biasa berkumpul di depan counter-counter resmi bus yang ada, jadi buat yg ngga tahu terkesan seolah-olah mereka ini petugas counter yg resmi, tetapi tenang saja, mereka ini walaupun gencar menawarkan tiket bus, tetapi asal kita menolak dengan baik, mereka tidak akan berani macam-macam. Bus dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur memang banyak sekali pilihannya, akhirnya kami pun memilih Bus TransNational, bus ini pernah kami naik tahun lalu, waktu kami melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Melaka, dan kami sangat puas waktu itu dengan pelayanan yang ada. Segera kami menuju counter penjualan ticket yg ada, membeli ticket bus ini, bus ini kebetulan bus bertingkat, kami memilih duduk di lantai 2 dan di bagian paling depan (SkyView), supaya bisa menikmati pemandangan yang ada, dan kebetulan saat itu bus tidak terlalu penuh, dan bus pun berangkat jam 18.00 menuju ke Kuala Lumpur. Oya, harga ticketnya per orang RM 31.10

Lyly dan Abigail di depan bus TransNasional

Lyly dan Abigail di depan bus TransNasional

Bus sempat berhenti sekitar 45 menit di tempat peristirahatan, memberikan waktu buat penumpang yg akan berbuka puasa dan setelah itu perjalanan pun kembali dilanjutkan, kira-kira jam 22.30 kami pun tiba di station Bukit Jalil, dan perjalanan kami lanjutkan dengan Taxi menuju Hotel Citin di Puduraya. Awalnya kami memang memesan hotel di daerah Puduraya karna dengan pertimbangan bus akan berhenti di stasiun tersebut dan juga hotel di daerah tersebut akan dekat untuk kemana-mana, yakni ke daerah Bukit Bintang, Plaza Chaow Kit dan China Town (Petaling Street) cukup ditempuh dengan berjalan kaki , tetapi karna Station Pudu Raya masih dalam tahap renovasi (waktu tahun lalu kami sempat naik bus di station Pudu Raya ke Melaka, memang sudah ada informasi bahwa station ini akan direnovasi), maka semua bus yg ada diarahkan ke Station Bukit Jalil.
Kebetulan kami tiba di Hotel Citin memang sudah malam sekali yakni sekitar pukul 23.00, setelah kami selesai melakukan check-in, ternyata kami mendapatkan kamar yg menghadap ke Kuala Lumpur Tower, lumayan juga dari kamar bisa melihat Kuala Lumpur Tower. Selesai menaruh koper, aku pun segera keluar mencari makanan untuk makan malam kami, sementara Lyly menemani Abigail yang sudah tertidur dengan pulasnya. Saat itu hujan sedang turun, sehingga untuk makan malam, saya mencari yg di dekat hotel saja, dan saat itu kebetulan ada semacam tempat makan india yg terletak di samping hotel,

Kuala Lumpur Tower

Kuala Lumpur Tower dilihat dari kamar

Rumah Makan India

Rumah makan di dekat Hotel Citin

saya pun segera memesan bihun goreng sebagai makan malam kami saat itu, dan setelah makan kami pun segera istirahat, karna besok, saatnya jalan-jalan di Kuala Lumpur. Oya, ada satu hal cukup aneh di Hotel Citin, walaupun disediakan TV di tiap kamar, tetapi untuk mendapatkan remote control TV nya kita perlu deposit RM 35 dulu, karna menurut petugas hotelnya, mereka sering kehilangan remote TV, ehm…ada-ada saja, kok hari gini masih ada tamu-tamu yg nakal ambil remote TV segala.

Post comment

*

Instagram

Who's Online

3 visitors online now
1 guests, 2 bots, 0 members

Google Translator

    Translate to:

Recent Comments

Categories

Archives