Day 3 : 28 Agustus 2009 :: Genting – Melaka
Pagi itu kami bangun sekitar jam 07.00, setelah mandi kami pun turun ke lantai 3 untuk breakfast, ternyata sudah ramai sekali.

Menu breakfast yang disediakan ternyata banyak sekali, Lyly pergi mengambil breakfast sementara gua menjaga Abigail, tidak berapa lama Lyly pun datang dgn breakfast kami, setelah menyantap breakfast-ku,

aku keliling melihat-lihat aneka hidangan yang ada, dan melihat juru masak yg memasak setiap makanan yg ada, jadi konsep resto/tempat makanannya adalah open, yakni dimana kita bisa melihat para juru masaknya memasak makanan yang ada.

Setelah sarapan, kami pun segera mengambil barang-barang kami dan menuju ke tempat Sky Train yang akan membawa kami untuk turun ke terminal bus yang ada, dan selanjutnya naik bus dari Genting ke Terminal Bus Puduraya.

Setelah sampai di terminal bus, kami pun membeli tiket bus dari Genting ke Terminal Puduraya, setelah menunggu tidak begitu lama, akhirnya bus yang ada pun berangkat (benar-benar ontime), perjalanan ke terminal bus puduraya ditempuh kira-kira 1,5 jam, sesampai di terminal puduraya kami pun segera membeli tiket bus Transnational. Bus ini merupakan bus bertingkat, perjalanan ke Melaka dari Puduraya ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Bus berangkat dari Terminal Pudu Raya jam 12.00, akhirnya sekitar jam 14.30 kami pun sampai di Stasiun Melaka, sebelum meninggalkan stasiun menuju Hotel Puri yg telah kami booking dari Jakarta, kami pun ke counter Bus 707 Melaka Express untuk memesan tiket buat besok hari ke Singapore. Setelah mendapatkan tiket bus, kami pun segera mencari Taxi, satu hal ternyata Taxi di Melaka tidak memakai argo (meter), jadi setelah tawar-menawar kami pun mendapatkan taxi untuk mengantar kami ke Hotel Puri dengan harga RM 12.

Setelah check in di Hotel Puri yang merupakan salah satu tempat shooting film Little Nyonya yang merupakan drama yang bercerita tentang Cina Peranakan, kami berkeliling sebentar di hotel tersebut, sambil gua men-charge baterai kamera yang sudah mau habis.

Hotel Puri – Melaka

Setelah itu kami pun segera menuju ke Baba Nyonya Heritage, sayang saat masuk ke dalamnya, tidak diperbolehkan memotret, padahal di dalamnya sangat bagus sekali, banyak peninggalan cina peranakan, seperti piring, baju-baju kuno, ranjang, baju pengantin, uang, dll.

Dan jam sudah menunjukan pukul 16.30, padahal kami belom sedikit pun makan siang, maka kami segera mencari tempat makan chicken rice ball seperti yang sudah di survei lyly sebelum kami berangkat, dan ternyata tempatnya dekat sekali dari baba nyonya herritage. Nama tempat itu adalah Mallaca Jonker Street Chicken Rice Ball, disana kami memesan chicken Rice Ball, Nyonya Pongteh Chicken, Fried Roast Pork. Dan semua nya bener2 top banget rasanya, Fried Roast Porknya, memiliki rasa yg unik, dimana menurut lyly, sebelum di goreng pasti di marrinate terlebih dahulu dengan arak/wine. begitu juga dengan nyonya pongteh chickcen, dimana penampakannya mirip dengan semur, tapi dari rasa jelas berbeda jauh. pokoknya highly recomended.

Restoran Jonker Street Chicken Rice – Melaka

Setelah itu kami pun menuju ke Gereja Christ Church Malaka yang seluruh bangunannya berwarna merah.

Gereja Christ Church Melaka

Kemudian kami pun ke Benteng Tua yang ada di Melaka, naik ke atas dan berfoto sambil menikmati pemandangan yang ada.

Benteng Tua Melaka

Setelah selesai melihat pemandangan dari atas Benteng yang ada, akhirnya kami pun berasa capai, dan turun kembali, dan mampir ke toko Lao Qian Ice Cafe untuk minum es duren yang rasanya, yummy banget. Setelahnya kami pun berbelanja oleh-oleh makanan khas Melaka di toko San Shu Gong.

Setelah itu kami mencoba naik becak hias yang ada di Melaka untuk membawa kami ke Menara Taming Sari yang ada di Melaka, dan setelah membeli tiket kami pun masuk ke menara Tamang Sari tersebut dan mengambil tempat duduk, sambil menunggu menaranya naik ke atas.

Dari atas Menara Tamang Sari ini terlihat kota Melaka, sungguh indah sekali permandangan yang ada.

Menara Taming Sari – Melaka

Setelah itu kami pun menghabiskan malam itu dengan menyusuri Jonker Walk, seperti chinatown, di Jonker Walk ini terdapat banyak sekali penjual kaki lima yg menjual berbagai aneka barang, baju dan makanan khas Melaka. Oya, Jonker Walk ini adanya cuma setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, beruntung kami sampai di sana hari Jum’at. Kami memilih menu makanan laksa sebagai makan malam kami malam itu, woww…laksanya hmmm….maknyus…bayangkan 2 mangkok laksa plus nasi serta bakso, cuma 9 RM (Rp 27.000) aja, murah kan.

Seabis makan kami pun melanjutkan perjalanan kami menyusuri Jonker walk ini sambil melihat aneka barang yang dijual, dari pakaian, hiasan, dll. Oya, kota Melaka ini memang sepertinya diatur oleh pemerintah Malaysia menjadi kota dengan objek wisata jaman dulu, selain itu bagi para orang-orang tua, Melaka merupakan tempat untuk bersantai dan berkumpul dengan orang-orang seusia, karna saat kami jalan-jalan di Jonker Walk,kami melihat ada kumpulan orang-orang tua berdansa di satu rumah, selain itu terdapat panggung karaoke, dimana yang menyanyi adalah para orang-orang tua yang ada, sungguh merupakan kota yang indah bagi orang-orang tua untuk bersantai.

Setelah puas berkeliling, kami pun balik ke hotel karna besok pagi jam-jam 07.00 kami sudah mesti ke Melaka Sentral untuk naik bus ke Singapore.

Post comment

*

Instagram

Who's Online

3 visitors online now
1 guests, 2 bots, 0 members

Google Translator

    Translate to:

Recent Comments

Categories

Archives