Akhirnya tiba juga saat untuk mengupdate blog ini dengan cerita perjalanan kami sekeluarga ke 3 negara yakni Malaysia, Singapore dan Thailand. Ini merupakan perjalanan kami sekeluarga pertama kali ke luar negeri, banyak teman-teman yang sempat heran juga, bahwa ini perjalanan pertama kami keluar negeri dan berani membawa anak kami, Abigail yang baru berusia 14 bulan, apa tidak repot nantinya…., tapi setelah kami jalani, ternyata tidak juga, dan Abigail terlihat sangat enjoy sekali, dan memiliki banyak teman-teman di sana, dari mulai yang bule, orang india, orang thailand, orang singapore, orang melaka dan orang malaysia.

Khusus tentang Abigail, yang kami perhatikan, sepertinya dia mewarisi sifat Sanguin-nya mamanya, Lyly, karna di setiap tempat yang kami singgahi, Abigail begitu cepat akrab dengan orang-orang baru, dan terkadang Abigail yang memulai dulu pertemanan dengan cara mendekati anak-anak atau orang-orang tersebut, kami berdua hanya memperhatikannya dengan tersenyum… :)

Well…berikut ini cerita selengkapnya tentang perjalanan kami, yang bertepatan dengan ulang tahun ku yg ke -32 (wow..ternyata udah tua nih hehhehehe), perjalanan ini memang telah kami rencanakan hampir 1 tahun yang lalu, tepatnya bulan November 2008, saat maskapai AirAsia memberikan promo 0 (nol) rupiah, akhirnya membuat kami bisa menikmati perjalanan ke-3 negara ini dengan harga tiket pesawat hanya Rp 1,8 juta pp.

Day 1 : 26 Agustus 2009 :: JAKARTA – KUALA LUMPUR
Hari itu kami bangun jam 07.00 wib, setelah mandi dan membalas ucapan selamat ulang tahun yang masuk ke account facebook-ku (thank you all utk ucapan and wishes-nya), kami pun sarapan nasi goreng yang telah disediakan. Selesai sarapan kami pun siap-siap untuk ke bandara, segera gua ke depan jalan, mencari taxi, setelah ditunggu sekitar 15 menit dapat juga taxi yang akan mengantarkan kami ke Airport Soekarno-Hatta. Tepat jam 09.30 kami pun berangkat ke Bandara, sesampai di depan Emporium Pluit, Lyly memberitahukan bahwa ada yang kelupaan, yakni Stroller-nya Abigail, langsung aja kami minta supir Taxi untuk putar balik dan balik ke rumah untuk mengambilnya, untuk pagi itu jalanan tidak terlalu macet, jam di tangan baru menunjukan jam 10.00 wib, sambil perjalanan balik ke rumah, Lyly menelpon suster, memberitahukan kami ketinggalan Stroller Abigail, dan minta disiapkan, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di rumah, segera gua ambil Stroller yang ada, segera minta supir Taxinya untuk balik ke Bandara, saat itu keadaan jalan di Tanjung Duren mulai macet, akhirnya kami pun menuntun supir taxi menggunakan jalan pintas yang ada, dan setelah keluar, taxi pun segera masuk ke Tol Dalam Kota di pintu Tol Jelambar.

Well….akhirnya sampai juga di Bandara, jam tepat menunjukan jam 11.15 hm….,untung ga telat, langsung kami segera check-in, setelah itu kami pun mengurus bebas fiskal di counter yang ada, dokumen untuk mengurus bebas fiskal ini sangat mudah yakni, cukup fotocopy kartu NPWP dan kartu Keluarga dan siapkan Passport kita, dan petugas pun memeriksa dan membubuhkan cap tanda bebas fiskal.

Setelah selesai, kami pun segera menuju ke tempat pemeriksaan imigrasi, saat melakukan check-in, petugas airasia memberikan kartu imigrasi, kartu tersebut pun kami isi sebelum antri untuk pemeriksaan imigrasi, tidak membutuhkan waktu lama kami pun segera menuju ke ruang tunggu yang ada.

Setelah menunggu beberapa saat di ruang tunggu, akhirnya keluar juga pengumuman dari petugas bahwa penumpang diminta untuk naik ke pesawat, kami segera naik, ternyata hari itu penerbangan AirAsia Jakarta – Malaysia menggunakan armada baru yakni AirBus A320 dan penumpangnya pun tidak terlalu banyak, tepat jam 12.30 wib pesawat pun berangkat menuju ke Terminal LCC – Malaysia.

Sebelum pesawat take off, Lyly segera menyusui Abigail agar telinganya tidak sakit, dan setelah diberikan ASI oleh Lyly, Abigail pun bermain sebentar terus tertidur dengan lelapnya hingga sampai di Malaysia.

Seperti yang sudah diketahui bahwa selama penerbangan ini AirAsia tidak menyediakan makanan dan minuman untuk penumpangnya, dan tidak diizinkan juga membawa makanan dan minuman dari luar, berhubung waktu sudah menunjukan jam makan siang, akhirnya kami pun memesan makanan yang disediakan untuk makan siang kami berdua, karna masih tidak terlalu lapar, kami pun memesan satu porsi saja.

Kira-kira pukul 15.25 waktu Malaysia, kami mendarat di Terminal LCC – Malaysia, dan kondisi saat itu sangat berawan sekali, sepertinya akan terjadi hujan besar.

sekilas pandangan tentang terminal LCC ini memang tidak sebagus terminal Soekarno-Hatta, pas kami sampai disana-sini masih terlihat renovasi yg dilakukan, setelah melewati pemeriksaan pintu deteksi swine flu dan imigrasi, kami pun menuju ke pemeriksaan bagasi dengan x-ray, tapi ada satu hal yang lucu petugas yang ada bertanya dari mana (karna kebetulan saat antri di imigrasi ternyata banyak sekali penumpang pesawat lain dari berbagai tempat juga tiba), saat Lyly bilang dari Indonesia, eh…kami tidak perlu memberikan koper kami untuk diperiksa x-ray, petugas yang ada menyuruh untuk lewat aja, sedangkan yang lain kami perhatikan diharuskan menaruh kopernya di x-ray yang ada.

Well…setelah itu kami segera mencari counter bus Sky-Bus yang akan membawa ke KL Central, akhirnya ketemu juga dengan counter bus Sky-Bus, setelah membayar RM 18 untuk 2 tiket, kami pun segera menuju ke bus yang ternyata sudah hampir penuh.

Sepanjang perjalanan ke KL Central, terbentang perkebunan kelapa sawit, akhirnya kira-kira jam 16.30 bus pun sampai di KL Central, dan cuaca terlihat mendung. Kami pun segera turun dan mencari counter taxi untuk membawa kami ke Tune Hotel di Jl. Tuanku Abdul Rahman,sesampai di counter taxi, ternyata menurut penjaganya taxi udah pada pulang ke pool, karna hari sudah sore dan udah mau hujan besar, dan kami disarankan untuk naik ke lantai 2, mungkin di sana masih ada taxi, tp kami akhirnya memutuskan untuk jalan ke depan, dan menunggu taxi di halte dekat jalanan. Pas kami sampai di halte, hujan pus turun dengan derasnya, untuk ada halte untuk kami berteduh, sambil menunggu taxi yg mau mengantarkan kami ke hotel.

Setelah kurang 3 kali menawar taxi, akhirnya ada juga taxi yang mau membawa kami ke Tune Hotel dan memakai meter(argo), walaupun awalnya supir taxi-nya bingung dimana letak Tune Hotel, beruntung sebelumnya aku telah print denah lokasi Tune Hotel, dan kami pun segera ke berangkat. Sepanjang perjalanan ke Tune Hotel, kami bercakap-cakap dengan supir taxi yang keturunan orang india, dan ternyata di Kuala Lumpur sudah beberapa hari hujan setiap sore hari, sedangkan di Jakarta sendiri panasnya bukan main. Akhirnya kami sampai juga di Tune Hotel, beruntung ada Lyly yang cermat memperhatikan jalan, karna Lyly yang pernah kali melihat Hotel Tune-nya, karna supir Taxi nya masih bingung juga ternyata (hehehhe).


Well, sesampai di Tune Hotel, kami pun segera mandi, dan setelah itu pergi mencari makan malam, berhubung karna masih gerimis, akhirnya kami memutuskan mencari makan di sekitar Tune Hotel, sambil bertanya kepada petugas hotel untuk ke Sungai Wang mesti naik MRT dari mana, ternyata Tune Hotel letaknya hanya 5 menit jalan kaki ke stasiun MRT Medan Tuanku, dan kami pun setelah menyelesaikan makan malam kami, segera ke stasiun dan naik MRT ke Sungai Wang Plaza untuk berkeliling-keliling di sana.

Setelah puas berkeliling (sebenarnya blum puas banget, tp karna jam di tangan sudah menunjukkan pukul 21.00 lewat)

maka kami pun segera pulang ke hotel dengan naik taxi, dan berhubung jalan kami ke hotel ternyata melewati Twin Tower, maka kami pun meminta supir taxi mengantarkan kami sejenak ke sana, maklum ingin melihat seperti apa Twin Tower di kala malam hari, wow….ternyata sangat indah sekali, dengan lampu-lampunya.

Well…setelah berfoto sebentar, trus kita balik ke hotel, karna besok pagi-pagi mesti anterin tiket untuk naik ke jembatan yang menghubungkan 2 tower tersebut.

Post comment

*

Instagram

Who's Online

3 visitors online now
1 guests, 2 bots, 0 members

Google Translator

    Translate to:

Recent Comments

Categories

Archives