JanjiMU seperti fajar pagi hari
Yang tiada pernah terlambat bersinar
CintaMu seperti sungai yang mengalir
Dan kutahu betapa dalam kasihMU…
Itulah sepenggal instrumen yg menemani gua pagi ini ke kantor,
sungguh bener janji Tuhan seperti fajar yang tidak pernah terlambat bersinar, sungguh saya dan lyly rasakan, janji dan kasih anugerah yang besar.

Jumat, 23 Maret 2007 kami berangkat ke Ujung Genteng, dengan tujuan untuk foto outdoor bersama dgn team fotograhper sudut foto (www.sudutfoto.com), sebelumnya sekitar 2 minggu sebelumnya (6 Maret 2007), kami technical meeting dengan Ko Harry,

fotographernya, dan diberitahukan bahwa seminggu sebelumnya,dia juga barusan dari Ujung Genteng, untuk foto prewed dengan pasangan yang lainnya, diinfokan ke kita bahwa kondisi cuaca di sana sedang tidak bagus, sering hujan, jadi untuk spot foto yang ada jadi tidak begitu bagus, memang sih kondisi cuaca hari-hari ini tidak terlalu bagus, kadang angin kencang sekali disertai dengan hujan yang cukup keras.

Awalnya, saya dan lyly udah cemas aja, sempat berpikir untuk mundurin jadwal foto prewed kita, tapi karena kondisi waktu yang sudah mempet, serta schedule yang sudah disusun, akhirnya kita tetap putusin untuk tetap berangkat foto prewed, tgl 23 Maret nantinya.

Kurang lebih 2 minggu, tiap malam sebelum kami tidur, kami selalu berdoa bersama (eiittt, jgn berpikir ngga2x dulu, tentunya doanya di rumah masing-masing, jadi kami berdoanya via telpon :) hehehe untung ada Esia…) agar nanti kami foto, Tuhan memberikan cuaca yang baik, agar kami bisa berfoto dengan baik, dan spot-spot foto yang ada bagus.

Akhirnya Jumat malam kemaren, kami berangkat juga untuk foto prewed ke Ujung Genteng. Kami berangkat dari Jakarta, jam 11 malam dan sampai di Ciawi sekitar jam 12.15 tengah malam, selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan dipandu dan disetirin oleh Pak Petrus Suryadi, yang merupakan pakarnya daerah Ujung Genteng (http://www.geocities.com/ujunggenteng/). Ternyata memilih perjalanan malam hari tidaklah salah karna cukup lancar, walaupun melewati jalan yang berkelok-kelok serta lewat perbukitan yang ada, sehingga perlu ekstra hati-hati dalam menyetir, setelah melewati Pelabuhan Ratu, jalanpun semakin berkelok-kelok dan tidak terlalu bagus, sehingga beberapa kali walaupun sudah tidur, terbangun juga karna kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, akhirnya sekitar jam 05.30 pagi kami pun tiba di Ujung Genteng, dan langsung menuju ke Penginapan Hexa, yang sudah dipesan sebelumnya oleh Lyly saat di Jakarta, kami pun istirahat sebentar, dan jam 08.30 pagi kami pun bangun, dan bersiap-siap untuk sesi foto pertama.

Sesi Foto 1 (24 Maret 2007 jam 08.30 – 13.30)
Pagi itu, setelah bangun, kami pun sarapan roti yang dibawa dari Jakarta, setelah itu semua bersiap-siap berangkat untuk foto sesi pertama, yang mengambil lokasi di Curug Cikaso, sepanjang perjalanan ke Curug Cikaso, kami melewati persawahan yang hijau, sungguh membuat mata menjadi segar oleh hijaunya dedaunan pohon-pohon yang ada, serta tanaman padi yang menguning.
Untuk mencapai Curug Cikaso, kami pun harus menggunakan perahu motor yang ada, karna tempatnya yang tidak bisa diakses dengan mobil, mobil pun diparkir di rumah penduduk setempat, dan perjalanan dilanjutkan dengan perahu, melewati sungai, terlihat penduduk yang sedang mengambil pasir di sungai, pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang sungai. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, sesi foto pun dimulai, saya dan Lyly pun mulai bergaya untuk difoto, pasang senyum, dan klik, Ko Harry dan Ko Harsono pun asyik dengan kamera masing-masing, mengambil foto kami berdua, dan tak lupa P’Petrus pun ga mau kalah, dgn kameranya pun dia asyik membidik permandangan yang ada, dan sekali-kali ikut mengambil foto kami berdua :) akhirnya perahu pun merapat, dan setelah semua turun dari perahu, perjalanan dilanjutkan kembali dengan berjalan kaki menuju curug/air terjun Cikaso, begitu sampai di sana…wahhhh…, ternyata air terjunnya bener-bener indah, di sana terdapat 3 buah air terjun…, wooww seru kan, samar-samar bisa dirasakan air yang dibawa angin, membasahi muka kita, wuiii segarnya…..hehehehe bener-bener ngga sia-sia, dan selanjutnya sudah dipastikan kami pun semua larut dalam sesi foto prewed di sana.
Setelah puas di Curug Cikaso, kami pun pindah ke lokasi lain, sekarang ini kami mengambil tempat di persawahan yang ada, yang kami temui dalam perjalanan balik ke Penginapan. Pemotretan di Sawah tidak kalah serunya dengan di Curug Cikaso, kami pun serasa menjadi Pak Tani dan Bu Tani (hehehehehehe), di foto di dekat saung serta juga sambil melihat tanaman pagi yang menguning..weiii bener-benernya senangnya.
Setelah selesai, perjalanan kami lanjutkan kembali, Pak Petrus pun menawarkan untuk mampir ke Curug Cigangsa, walaupun cuaca saat itu cukup panas, kami pun setuju ke Curug Cigangsa, ternyata……. Curugnya keren banget, selama ini kita kalo ke air terjun kan liat air terjun dari bawa…nah kalo Curug Cigangsa ini beda dengan lainnya, kita ada di atas curugnya…ehmmm bisa bayangin kan, gimana kerennya, Lyly sampai bilang, seperti di Air Terjun Niagara aja hehehhehee, walaupun air yang mengalir tidak sederas air terjun niagara, tapi pemandangan dari atas terjun ke bawah…wuiii bener-bener keren abis, baru kali ini gua liat itu, keren abis :) Kami pun tak kala serunya bergaya untuk difoto oleh sudutfoto, setelah puas berfoto ria di Curug Cigangsa, selanjutnya kami pun pulang ke Penginapan Hexa, soalnya perut sudah berbunyi minta diisi hehehheehe :)

To be continue…..

2 Comments to “Foto Prewed di Ujung Genteng Part I”

  • Halo om, mo tanya kl photo prewed disana, berapa duit harga lokasi nya yah??:grin:

  • Hi Hen, kebetulan untuk izin lokasi itu free alias gratis :)

Post comment on Hen

*

Instagram

Who's Online

2 visitors online now
0 guests, 2 bots, 0 members

Google Translator

    Translate to:

Recent Comments

Categories

Archives